Jakarta, IDN Times - Pemerintah Lebanon ingin kesepakatan gencatan senjata dengan Israel diubah menjadi perdamaian permanen. Keinginan tersebut disampaikan oleh Presiden Lebanon, Joseph Aoun, melalui siaran televisi nasional pada Jumat (17/4/2026). Itu menjadi pernyataan pertamanya untuk merespons gencatan senjata antara Israel dan Lebanon.
Dalam pernyataannya, Aoun mengatakan, gencatan senjata harus berubah menjadi kesepakatan perdamaian agar Israel tidak kembali menyerang Lebanon. Sebab, gencatan senjata yang sudah disepakati kedua pihak hanya akan berjalan sepuluh hari. Jika gencatan senjata berakhir, Israel bisa dengan mudah menyerang Lebanon lagi.
"Hari ini, kita bernegosiasi dan memutuskan sendiri. Kita bukan lagi kartu dalam permainan siapa pun, bukan pula arena perang siapa pun, dan kita tidak akan pernah menjadi seperti itu lagi," kata Aoun, seperti dilansir Jerusalem Post.
