4 Negara Timur Tengah Sambut Gencatan Senjata Israel-Lebanon

- Empat negara Timur Tengah, yaitu Suriah, Yordania, Arab Saudi, dan Oman menyambut baik gencatan senjata sepuluh hari antara Israel dan Lebanon yang dimediasi oleh Amerika Serikat.
- Pemerintah Arab Saudi dan Oman menekankan pentingnya kepatuhan kedua pihak terhadap kesepakatan agar konflik tidak kembali memanas di kawasan tersebut.
- Presiden AS Donald Trump menyerukan kepada Hizbullah untuk menghormati gencatan senjata dengan Israel demi menjaga perdamaian selama periode kesepakatan berlangsung.
Jakarta, IDN Times - Sebanyak empat negara di Timur Tengah yang terdiri dari Suriah, Yordania, Arab Saudi, dan Oman menyambut baik kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon. Sebab, mereka sudah menunggu kesepakatan tersebut sejak lama.
Israel dan Lebanon sendiri sudah menyepakati gencatan senjata selama sepuluh hari pada Kamis (16/4/2026). Kesepakatan tersebut diraih berkat mediasi dari Amerika Serikat. Gencatan senjata ini membuat Lebanon bisa bernapas lega setelah berulang kali diserang Israel yang ingin membasmi milisi Hizbullah sejak 2 Maret 2026 lalu.
1. Gencatan senjata Israel-Lebanon menghentikan eskalasi konflik di Timur Tengah

Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Suriah menyebut kesepakatan gencatan senjata Israel dan Lebanon sebagai langkah yang tepat untuk menghentikan eskalasi konflik di Timur Tengah. Gencatan senjata ini juga bisa melindungi kedaulatan wilayah Lebanon dari serangan Israel.
Senada dengan Suriah, Kementerian Luar Negeri Yordania juga menyebut gencatan senjata Israel dan Lebanon sebagai langkah positif untuk meredam konflik di Timur Tengah. Mereka juga memuji kegigihan yang dilakukan oleh Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam, dan Ketua Parlemen Lebanon, Nabih Berri, dalam mengupayakan gencatan senjata dengan Israel.
2. Gencatan senjata harus dipatuhi kedua belah pihak

Pemerintah Arab Saudi juga memuji langkah Salam dan Berri dalam mengupayakan gencatan senjata dengan Israel. Mereka menyebut gencatan senjata tidak akan bisa diraih tanpa kerja keras dari kedua tokoh tersebut. Sebab, Salam dan Berri sudah mengupayakan gencatan senjata dengan Israel sejak awal Maret lalu.
Di sisi lain, Pemerintah Oman mengingatkan kepada Israel dan Lebanon untuk saling mematuhi gencatan senjata yang sudah disepakati. Ini diperlukan agar perang tidak kembali meletus. Mereka juga mendukung penuh kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon seraya berharap perang di antara kedua negara tidak kembali terjadi.
3. Donald Trump meminta Hizbullah untuk mematuhi gencatan senjata

Dalam kesempatan lain, Presiden AS, Donald Trump, secara spesifik mengingatkan Hizbullah untuk menghormati gencatan senjata dengan Israel. Mereka tidak boleh melakukan serangan terhadap Israel selama gencatan senjata berlangsung.
“Saya harap Hizbullah bertindak dengan baik dan benar selama periode penting ini. Ini akan menjadi momen yang luar biasa bagi mereka jika mereka melakukannya. Tidak ada lagi pembunuhan karena pada akhirnya harus ada perdamaian!” tulis Trump dalam unggahan di Truth Social dilansir Al Jazeera.
















