Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ledakan di Fasilitas Minyak Ras Laffan Qatar, 54 Orang Terluka
ilustrasi fasilitas minyak (pexels.com/Michael Pointner)
  • Ledakan di fasilitas minyak Ras Laffan, Qatar, melukai 54 orang dan membuat 18 lainnya hilang; penyebabnya dikonfirmasi sebagai masalah teknis saat alat pengolah minyak beroperasi penuh.
  • Pemerintah Qatar segera mengerahkan pemadam kebakaran dan tim penyelamat untuk memadamkan api serta mencari korban hilang, sementara seluruh korban luka telah dibawa ke rumah sakit.
  • Ras Laffan merupakan pusat produksi minyak utama Qatar dengan kapasitas 306.600 barel per hari dan sebelumnya sempat jadi target serangan Iran yang menyebabkan kerugian besar bagi negara tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Sebuah ledakan terjadi di fasilitas produksi minyak Ras Laffan, Qatar, pada Minggu (21/6/2026) malam waktu setempat. Ledakan itu dikabarkan melukai 54 orang, sedangkan 18 lainnya masih dinyatakan hilang. 

Berdasarkan keterangan Kementerian Dalam Negeri Qatar, ledakan di fasilitas minyak Ras Laffan terjadi murni karena masalah teknis. Mereka menambahkan bahwa ledakan terjadi saat alat pengolah minyak mentah di fasilitas tersebut sedang beroperasi penuh. 

1. Petugas pemadam kebakaran langsung sigap padamkan api

ilustrasi api (pexels.com/icon0 com)

Beruntungnya, sesaat usai ledakan terjadi, petugas pemadam kebakaran setempat langsung datang ke lokasi kejadian untuk memadamkan api. Api pun berhasil dipadamkan dengan cepat. Pemerintah Qatar tidak melaporkan apakah ada kerusakan di fasilitas minyak Ras Laffan imbas ledakan tersebut.

Saat ini, semua korban luka sudah dibawa ke rumah sakit untuk ditangani lebih lanjut. Di sisi lain, Kementerian Energi Qatar mengatakan pihaknya kini sudah bekerja sama dengan tentara dan tim penyelamat khusus untuk mencari dan menemukan korban yang masih hilang. Mereka berharap semua korban hilang bisa segera ditemukan.   

2. Fasilitas minyak Ras Laffan jadi kunci produksi minyak di Qatar

potret bendera Qatar (pexels.com/monk 333)

Fasilitas minyak Ras Laffan sendiri merupakan situs produksi minyak utama yang ada di Qatar. Fasilitas yang berdiri sejak 2006 ini juga menjadi salah satu situs produksi minyak terbesar yang ada di dunia. 

Dilansir laman resmi QatarEnery, fasilitas minyak Ras Laffan punya kapasitas produksi sebesar 306.600 barel per hari. Semua produk minyak yang dihasilkan dari fasilitas ini biasanya disuplai ke QatarEnergy sebanyak 72 persen, ExxonMobil sebanyak 10 persen, TotalEnergies sebanyak 10 persen, Cosmo Oil sebanyak 5.5 persen, dan Mitsui sebanyak 2.5 persen. 

3. Fasilitas minyak Ras Laffan kerap jadi target serangan Iran

potret rudal Iran (unsplash.com/Moslem Daneshzadeh)

Beberapa bulan lalu, fasilitas minyak Ras Laffan kerap menjadi target serangan Iran. Iran menyerang fasilitas ini untuk membalas serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel sejak 28 Februari. Serangan terhadap fasilitas minyak Ras Laffan ini sempat membuat harga minyak global melambung tinggi. Sebab, dari fasilitas inilah sebagian besar pasokan minyak global berasal.

Qatar juga mengalami kerugian besar akibat serangan ke fasilitas minyak Ras Laffan. Menurt laporan CNA pada Maret lalu, Qatar kehilangan pendapatan tahunan sebesar 20 miliar dolar AS atau setara Rp338 triliun karena serangan ke fasilitas tersebut. Hal ini karena fasilitas tersebut sempat berhenti beroperasi sehingga produksi minyak ikut terhambat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article