Krisis Air Meluas, 71 Persen Wilayah Inggris Dilanda Kekeringan

- Status kekeringan Inggris meluas hingga mencakup 71,3 persen wilayah, berdampak pada lebih dari 45 juta penduduk dan memicu seruan penghematan air.
- Curah hujan Juli 2026 terendah dalam 190 tahun menekan pertanian; pembatasan irigasi diberlakukan di East Anglia, sementara peternak memakai pakan musim dingin lebih awal.
- Cadangan waduk turun menjadi sekitar 69 persen, volume air mentah menyusut 16 persen pada Juli, serta kekeringan meningkatkan risiko kebakaran dan tekanan ekosistem sungai.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Inggris memperluas status kekeringan ke sejumlah wilayah hingga mencakup 71,3 persen area Inggris pada Senin (10/8/2026). Kebijakan tersebut diambil setelah periode cuaca kering berkepanjangan menyebabkan cadangan air menurun dan meningkatkan tekanan terhadap sektor pertanian serta lingkungan.
Lebih dari 45 juta penduduk kini tinggal di wilayah yang terdampak kekeringan. Pemerintah dan otoritas lingkungan meminta masyarakat menghemat penggunaan air karena pasokan diperkirakan tetap terbatas apabila hujan belum turun secara berkelanjutan.
1. Status kekeringan meluas ke sejumlah wilayah
Wilayah East Midlands, Lincolnshire, Kent, dan South Downs termasuk daerah yang baru masuk dalam status kekeringan. Perluasan tersebut membuat area terdampak mencakup lebih dari 70 persen wilayah Inggris.
Lebih dari 27 juta penduduk juga mulai menghadapi pembatasan penggunaan air. Otoritas lingkungan memperingatkan kondisi dapat memburuk jika curah hujan tetap rendah dalam beberapa waktu mendatang.
"Kondisi kekeringan kian memburuk dan akan terus berlanjut sampai kita melihat curah hujan yang berkelanjutan," kata Ketua Kelompok Kekeringan Nasional, Tony Grayling.
Cadangan air permukaan dan air tanah terus menurun akibat suhu tinggi dan minimnya hujan. Pemerintah meminta masyarakat mengurangi penggunaan air untuk membantu mempertahankan pasokan nasional.
2. Kekeringan menekan sektor pertanian Inggris
Sektor pertanian menjadi salah satu bidang yang terdampak langsung oleh kondisi kering. Curah hujan pada Juli 2026 tercatat sebagai yang terendah dalam 190 tahun terakhir sehingga sejumlah petani harus menyesuaikan jadwal panen.
Lahan penggembalaan yang mengering juga mengurangi ketersediaan rumput segar. Peternak terpaksa menggunakan persediaan pakan musim dingin lebih awal, yang berpotensi meningkatkan tekanan terhadap produksi susu.
Pemerintah menerapkan 1.534 pembatasan izin irigasi di East Anglia untuk mengurangi pengambilan air dari sungai. Sejumlah pengguna air diminta mengurangi volume pengambilan hingga setengah dari kapasitas normal guna menjaga kondisi lingkungan.
"Kami memahami betapa menantangnya musim panas ini, terutama bagi para petani yang berada di garis depan perubahan iklim," kata Menteri Perairan Inggris, Emma Hardy, dilansir The Star.
Pemerintah menyatakan akan menyiapkan dukungan bagi petani yang terdampak kondisi cuaca ekstrem. Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu sektor pertanian menghadapi penurunan ketersediaan air dan dampaknya terhadap produksi.
3. Cadangan air dan ekosistem menghadapi tekanan
Kapasitas waduk di Inggris turun menjadi sekitar 69 persen dari kapasitas total. Selama Juli, volume air mentah juga berkurang 16 persen, menjadi penurunan bulanan tercepat dalam tiga dekade terakhir.
Tanah yang kering meningkatkan risiko kebakaran di kawasan terbuka. Sebanyak 245 kejadian kebakaran tercatat di sejumlah kawasan konservasi alam, sementara suhu air sungai yang mencapai 28 derajat Celsius meningkatkan tekanan terhadap ikan dan ekosistem perairan.
Kondisi tersebut menjadi periode kekeringan ketiga yang dialami Inggris sejak 2022. Ancaman gelombang panas berikutnya dikhawatirkan semakin meningkatkan kebutuhan air dan tekanan terhadap ekosistem.
"Juli 2026 merupakan salah satu bulan paling luar biasa dalam rekor iklim Inggris karena mencatat rekor terkering dan tercerah," kata Kepala Lingkungan dan Energi Met Office, Sarah Davies.






















