Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Perbaiki Ekonomi, Iran Bakal Segera Gabung Bank BRICS

Perbaiki Ekonomi, Iran Bakal Segera Gabung Bank BRICS
potret bendera Iran (unsplash.com/mostafa meraji)
  • Iran akan segera bergabung dengan New Development Bank BRICS untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan memperoleh manfaat bagi pemulihan ekonominya yang sedang melemah.
  • Perekonomian Iran tertekan oleh perang dengan AS dan Israel, belanja militer, embargo ekonomi, serta blokade pelabuhan yang memangkas pendapatan perdagangan minyak.
  • Meski terdampak perang, sanksi, dan blokade, ekonom Hadi Kahalzadeh menilai Iran masih jauh dari krisis karena memiliki strategi untuk menghindari krisis ekonomi dalam waktu dekat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Iran akan segera bergabung dengan Bank BRICS dalam waktu dekat. Kabat itu disampaikan oleh Gubernur Bank Sentral Iran, Abdolnaser Hemmati, kepada media Iran, Tasnim News Agency, pada Selasa (11/8/2026) malam waktu setempat. 

Bank BRICS atau New Development Bank (NDB) adalah bank yang didirikan oleh lima negara anggota BRICS, yakni Brasil, China, India, Rusia, dan Afrika Selatan. Bank ini punya lima anggota, yakni Bangladesh, Uni Emirat Arab (UEA), Mesir, Algeria, dan Uzbekistan. Bank ini bertujuan untuk meningkatkan perekonomian, pembangunan infrastruktur, dan mendanai proyek berkelanjutan yang ada di negara berkembang. 

  1. 1. Iran ingin mendapatkan manfaat ekonomi dari Bank BRICS

    Perbaiki Ekonomi, Iran Bakal Segera Gabung Bank BRICS
    potret logo Bank BRICS (commons.wikimedia.org/Bb3015)

    Hemmati mengatakan, keputusan Iran untuk bergabung dengan Bank BRICS bertujuan untuk meningkatkan kerja sama ekonomi dengan negara-negara anggota BRICS. Menurutnya, dengan cara ini, Iran bisa mendapatkan manfaat untuk memperbaiki kondisi perekonomian negara. Sebab, kondisi ekonomi Iran kini sedang menurun. 

    "Kerja sama yang produktif telah dimulai antara negara kita dan India di bidang urusan moneter, perbankan, dan ekonomi digital. Kami percaya bahwa negara-negara anggota BRICS dapat melakukan perdagangan menggunakan mata uang nasional mereka dan kami sedang mengupayakan kerja sama moneter bilateral dan trilateral dengan anggota-anggota tersebut," kata Hemmati, seperti dilansir Jerusalem Post

  2. 2. Kondisi ekonomi Iran menurun karena perang dengan AS dan Israel

    Perbaiki Ekonomi, Iran Bakal Segera Gabung Bank BRICS
    ilustrasi perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel (unsplash.com/Saifee Art)

    Kondisi ekonomi Iran sendiri menurun karena perang dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel sejak 28 Februari lalu. Sebab, selama berperang, Teheran sudah menggelontorkan sebagian besar anggarannya untuk memenuhi kebutuhan militer agar bisa melakukan serangan ke Washington dan Tel Aviv. Padahal, sebelum berperang, kondisi ekonomi Iran sebetulnya juga sudah mengalami kontraksi hingga menimbulkan gelombang protes anti-pemerintah pada Desember 2025 hingga Januari 2026. 

    Menurunya kondisi ekonomi Iran ini juga diperparah oleh embargo ekonomi dan blokade pelabuhan yang dilakukan oleh AS. Imbas kedua aksi tersebut, pendapatan Iran, terutama dari sektor perdagangan minyak, menurun drastis. Apalagi, dilansir CNN, Presiden AS Donald Trump, kini berencana untuk meningkatkan tekanan ekonomi ke Iran agar mereka bersedia berdamai dengan negaranya. 

  3. 3. Kondisi ekonomi Iran masih jauh dari krisis

    Pertumbuhan ekonomi.
    ilustrasi ekonomi (unsplash.com/Jakub Żerdzicki)

    Meski sedang tidak baik-baik saja, kondisi ekonomi Iran saat ini masih jauh dari krisis. Sebab, menurut seorang ekonomi dari Quincy Institute dan research peneliti di Brandeis University’s Center for Global Development and Sustainability di Massachusetts, AS,  Hadi Kahalzadeh, Iran sudah punya strategi sendiri untuk menghindari krisis ekonomi akibat perang dengan AS dan Israel. 

    “Saya rasa, kombinasi perang, blokade, dan sanksi (ekonomi), meskipun sangat menyakitkan, tidak akan membawa kita ke sana (krisis ekonomi) dalam waktu dekat,” jelas Kahalzadeh dilansir Al Jazeera.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More