Lithuania Akan Batasi Transit dari Rusia imbas Wabah Pes Pneumonik

- Lithuania mempertimbangkan pembatasan transit warga Rusia menuju Kaliningrad jika wabah pes pneumonik dikonfirmasi resmi, sambil membahas langkah tersebut dengan otoritas Uni Eropa.
- Menteri Kesehatan Linas Kukuraitis menyatakan dugaan wabah di Rusia belum terverifikasi independen karena informasi terbuka terbatas, meski situasinya dinilai mengkhawatirkan.
- Risiko penyebaran di Lithuania dan Eropa disebut sangat rendah; rumah sakit memiliki cadangan antibiotik sebulan, sementara Komisi Eropa memantau laporan insiden laboratorium di Siberia.
Jakarta, IDN Times - Menteri Kesehatan Lithuania, Linas Kukuraitis, pada Rabu (7/10/2026), mengungkapkan rencana pembatasan transit warga Rusia ke Kaliningrad lewat negaranya. Namun, kebijakan ini dilakukan jika memang ada konfirmasi resmi soal wabah pes pneumonik.
Sebelumnya, Lithuania sudah menerapkan pembatasan perjalanan dari Rusia saat pandemik COVID-19. Kukuraitis mengatakan, akan membahas lebih lanjut masalah wabah pes pneumonik ini dengan otoritas Uni Eropa (UE).
1. Wabah pes pneumonik di Rusia masih belum dikonfirmasi secara independen

ilustrasi tenaga kesehatan (unsplash.com/hush52) Kukuraitis menekankan bahwa penutupan ini dilakukan jika memang ada ancaman penyebaran penyakit. Namun, menurutnya, wabah pes pneumonik di Rusia belum dikonfirmasi kebenarannya secara independen.
“Ini memang situasi yang mengkhawatirkan dan kami harus memastikan kembali kepada publik. Namun, kami juga berhati-hati karena informasi tersebut berasal dari Rusia yang bukan negara ramah,” tuturnya, dikutip dari LRT.
Menkes Lithuania itu melihat bahwa reaksi dari Amerika Serikat (AS) menunjukkan bahwa memang ada situasi serius di Rusia. Namun, Lithuania saat ini belum dapat menilai karena terbatasnya informasi yang tersedia secara terbuka.
2. Risiko penyebaran pes pneumonik di Eropa sangat rendah

ilustrasi tenaga kesehatan (Unsplash/Gani Nurhakim) Pada saat yang sama, Kukuraitis mengatakan, risiko penyebaran pes pneumonik di Eropa dan Lithuania sangat rendah. Ia menekankan bahwa rumah sakit di Lithuania mempunyai cadangan antibiotik yang cukup hingga sebulan ke depan.
Dilansir The Baltic Times, Pusat Kesehatan Publik Nasional Lithuania mengatakan bahwa belum ada risiko penularan pes pneumonik di negaranya. Mereka mengaku masih mengawasi dari dekat, tapi masih kekurangan informasi penyebab utama kematian pekerja laboratorium tersebut.
3. UE akan mengawasi dari dekat wabah pes pneumonik di Rusia

ilustrasi bendera Uni Eropa (unsplash.com/alexart251) Sehari sebelumnya, Komisi Eropa mengaku sudah mengawasi dugaan penyebaran wabah pes pneumonik di Siberia, Rusia. Mereka mengaku kesehatan masyarakat akan tetap menjadi prioritas UE.
“Kami cukup khawatir dengan laporan insiden di laboratorium di Rusia. Sepertinya, penyebaran penyakit itu melibatkan patogen yang menyebabkan penyakit. Kami menekankan bahwa kesehatan masyarakat tetap menjadi prioritas kami dan kami akan terus berkomunikasi kepada pakar di European Centre for Disease Prevention and Control,” ungkapnya, dikutip dari Euronews.























