Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Lithuania Bakal Terapkan Wajib Militer Penuh pada 2032
ilustrasi bendera Lithuania (pexels.com/alejandro Jovica)
  • Presiden Gitanas Nauseda mengumumkan wajib militer penuh bagi seluruh pemuda laki-laki Lithuania mulai 2032, di tengah eskalasi ketegangan dengan Rusia terkait perang Ukraina dan insiden drone.
  • Program ini akan menaikkan peserta wajib militer dari 5.000 menjadi 7.500 orang; perempuan dapat mengikuti pelatihan sukarela. Transisi diperkirakan membutuhkan 120 juta euro.
  • Pemerintah menyiapkan 300 pelatih dan fasilitas akomodasi karena militer belum siap sebelum 2032. Lithuania juga mengerahkan sekitar 100 tentara ke perbatasan Kaliningrad untuk pemantauan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Lithuania, Gitanas Nauseda, pada Kamis (29/10/2026), mengumumkan wajib militer penuh kepada seluruh pemuda laki-laki mulai 2032. Kebijakan ini didorong oleh eskalasi tensi dengan Rusia imbas perang Ukraina yang berlangsung hampir 5 tahun. 

Beberapa bulan terakhir, Lithuania terlibat ketegangan dengan Rusia imbas masuknya drone ke dalam wilayahnya. Bahkan, Lithuania sudah mempersiapkan rencana pengungsian 1 juta warga ke Polandia jika negaranya diinvasi Rusia. 

1. Wajib militer akan diperluas bagi penduduk laki-laki Lithuania

ilustrasi bendera Lithuania (Unsplash/Alessandro Ricossa)

Nauseda mengatakan bahwa penetapan konskripsi umum ini akan meningkatkan partisipasi pemuda dalam wajib militer. Nantinya, jumlah pemuda yang ikut dalam wajib militer bertambah menjadi 7.500 orang dari saat ini yang hanya sebesar 5 ribu orang. 

Dilansir DPA International, perempuan muda tidak diwajibkan ikut, tapi boleh ikut pelatihan militer secara sukarela. Transisi untuk penetapan konskripsi militer secara penuh ini nantinya diperkirakan akan menelan biaya mencapai 120 juta euro (Rp2,4 triliun). 

Sebagai informasi, Lithuania sebenarnya sudah menghapus wajib militer pada 2008. Namun, negara Baltik itu mengembalikan wajib militer secara parsial pada 2015 usai Rusia menganeksasi Krimea dengan sistem pemilihan acak dan berbasis kuota tahunan. 

2. Penetapan wajib militer penuh baru siap pada 2032

Perdana Menteri Lithuania, Mindaugas Sinkevičius. (© European Union, 2026, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

Pada saat bersamaan, Perdana Menteri Lithuania, Mindaugas Sinkevicius mengatakan bahwa pemerintah sebenarnya ingin mempercepat proses wajib militer penuh. Namun, personel untuk melatih dan akomodasi masih belum menyanggupi pada 2030. 

“Anda dapat berkata ada keinginan politik, tapi pada saat yang sama, pernyataannya apakah militer sanggup. Militer baru menyanggupi pelatihan ini pada 2032,” katanya, dikutip dari LRT.

Hingga kini, pemerintah masih mempersiapkan tanggal penetapan wajib militer penuh. Selain itu mempersiapkan sebanyak 300 pelatih dan bangunan untuk menampung para pemuda yang ikut wajib militer. 

3. Lithuania kirimkan 100 tentara ke perbatasan Kaliningrad

suasana di perbatasan Latvia, Lithuania, dan Belarus (Barry432, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

Pada awal Oktober, Lithuania menerjunkan sekitar 100 tentara ke perbatasan Kaliningrad, Rusia. Keputusan ini dalam menanggapi kemungkinan mobilisasi militer di Rusia dan ancaman serangan hybrid. 

Menteri Pertahanan Lithuania, Robertas Kaunas, dilansir The Moscow Times, mengatakan bahwa pengiriman tentara ke perbatasan Rusia ini adalah upaya preventif. Ratusan tentara Lithuania itu akan membantu penjaga perbatasan dan memantau situasi terkini. 

Hingga kini, situasi di sepanjang perbatasan Lithuania dengan Rusia dan Belarus masih tenang. Namun, terdapat insiden masuknya 20 migran ilegal di Latvia dari Belarus yang merusak sejumlah fasilitas pengawas di perbatasan. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article