Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Longsor Salju di Nepal, 14 Anggota Tim Ekspedisi Dilaporkan Hilang
bendera Nepal (unsplash.com/Samrat Khadka)
  • Longsor salju di Gunung Himlung Himal, Nepal, membuat 14 anggota tim ekspedisi hilang pada Minggu (27/9/2026), saat mereka menyiapkan perkemahan, rute, dan tali pengaman.
  • Kontak awal melaporkan delapan dari 22 pekerja tidak terlihat, lalu jumlah korban hilang bertambah menjadi 14. Panggilan dari lokasi sempat diterima sebelum komunikasi kembali terputus.
  • Cuaca buruk menghalangi helikopter dan tim darat mencapai lokasi. Pemerintah, operator swasta, serta pemandu gunung telah menyiapkan upaya penyelamatan dari Pokhara dan Kathmandu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Sedikitnya 14 warga Nepal dilaporkan hilang akibat longsor salju di Gunung Himlung Himal setinggi 7.126 meter di wilayah Nar Phu, Distrik Manang, pada Minggu (27/9/2026). Cuaca buruk menghambat upaya penyelamatan karena helikopter tidak dapat menjangkau area puncak gunung tersebut.

Para korban yang hilang merupakan bagian dari tim ekspedisi yang bertugas menyiapkan perkemahan, rute perjalanan, serta memasang tali pengaman sebelum kedatangan para pendaki asing. Tidak ada pendaki asing yang berada di lokasi saat peristiwa terjadi karena mereka baru dijadwalkan tiba dalam rentang waktu lima hingga enam hari mendatang.

1. Kronologi hilangnya kontak para pekerja ekspedisi

ilustrasi mendaki gunung (pexels.com/Oziel Gómez)

Pendiri Himalayan Holidays Trekking, Bibhuti Chand Thakur, menyampaikan bahwa pada awalnya delapan dari 22 anggota tim kehilangan kontak. Jumlah korban yang hilang kemudian dilaporkan bertambah menjadi 14 orang. Thakur menyebut peristiwa ini terjadi pada ekspedisi Himlung kedua yang diadakan oleh perusahaannya pada musim ini.

Thakur menjelaskan bahwa seorang Sherpa sempat menelepon Manajer Senior Himalayan Holidays, Debashish Malla, sekitar pukul 09.40 waktu setempat. "Cuacanya cerah, dan mereka menelepon meminta kami mengirim helikopter penyelamat karena delapan orang tidak terlihat," kata Thakur sebagaimana dilaporkan The Kathmandu Post. Pihak agensi sempat menerima satu panggilan telepon lanjutan dari lokasi, tetapi kontak kemudian kembali terputus.

2. Kendala cuaca buruk dan keterbatasan akses penyelamatan

Gunung Himlung Himal (Michi Waerthl, CC BY-SA 4.0, via WIkimedia Commons)

Thakur mengungkapkan bahwa pembahasan sedang berjalan untuk mengerahkan satu helikopter milik Tentara Nepal ke lokasi kejadian. Pihak penyelenggara juga berupaya menyiagakan dua helikopter swasta, tetapi sejauh ini baru berhasil mengamankan satu armada. Dari kantornya di Kathmandu, Thakur terus memantau perkembangan situasi melalui sambungan telepon sembari mengupayakan penyelamatan.

Direktur Jenderal Departemen Pariwisata Nepal, Ram Krishna Lamichhane, mengonfirmasi bahwa pemerintah tengah berupaya mengirim helikopter dari Pokhara. Namun, armada helikopter tersebut belum dapat menjangkau lokasi longsor salju karena terhalang oleh cuaca buruk. Thakur menerangkan bahwa penyelamatan langsung lewat jalur darat belum memungkinkan dilakukan karena Sherpa lain serta orang-orang yang hendak membantu evakuasi tidak dapat menjangkau lokasi.

3. Pemandu tertahan di bandara akibat kondisi cuaca

ilustrasi helikopter (pexels.com/Edu Raw)

Lamichhane menyampaikan bahwa berdasarkan informasi awal, korban yang hilang mencakup staf dapur, pemandu Sherpa, dan pekerja pendukung lainnya. Dua dari 14 korban yang dilaporkan hilang tersebut merupakan staf berkebangsaan Nepal dari agensi Imagine Nepal. Manajer Umum Imagine Nepal, Dawa Futi Sherpa, menuturkan bahwa pihaknya sempat menjalin kontak dengan kedua staf tersebut hingga sekitar pukul 09.00 waktu setempat sebelum akhirnya terputus.

Satu unit helikopter bersama rombongan pemandu gunung kini disiagakan di Bandara Kathmandu untuk diberangkatkan menuju lokasi. Mingma Gyalzen dari Imagine Nepal bersama tujuh pemandu gunung lainnya telah bersiap di bandara untuk menjalankan misi penyelamatan. "Mereka semua bersiap, tetapi cuaca di bandara tidak memungkinkan mereka terbang," ujar Dawa Futi Sherpa.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article