Jakarta, IDN Times - Lonjakan serangan pemukim Israel di Tepi Barat yang diduduki telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua Palestina. Sebagian dari mereka bahkan enggan mengirim anak-anak mereka kembali ke sekolah pada tahun ajaran baru.
"Kami merasa takut. Para siswa merasa takut, begitu pula orang tua mereka," kata kepala sekolah khusus putra al-Mughayyir, Bassam al-Assaf, dikutip BBC.
Sekolah tersebut terletak di pinggiran al-Mughayyir, sebuah desa terpencil di timur laut Ramallah yang dikelilingi pos-pos permukiman Yahudi. Akses menuju desa itu juga kerap diblokir oleh pasukan Israel, yang sering mendirikan pos pemeriksaan sementara di pintu masuk desa.
