Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Media Israel Ramai Beritakan Indonesia Kirim Ribuan Pasukan ke Gaza
Media Israel ramai beritakan rencana pengiriman pasukan perdamaian RI ke Gaza. (Tangkapan layar The Times of Israel)

  • Indonesia akan kirimkan ribuan pasukan perdamaian ke Gaza, fokus pada unit teknik dan medis.

  • Pasukan Indonesia diperkirakan akan dikerahkan di Gaza dalam beberapa minggu mendatang, tinggal di tenggara Rafah.

  • Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal Maruli Simanjuntak, menyatakan bahwa jumlah pasti dan peran spesifik pasukan masih dalam negosiasi.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Media Israel ramai-ramai beritakan Indonesia akan segera kirimkan ribuan pasukan perdamaian ke Gaza. Sebanyak tiga outlet media besar Negeri Bintang Daud itu, seperti Haaretz, The Times of Israel, dan i24news, menyebutkan pasukan yang akan dikirim Indonesia jumlahnya mencapai 8.000 personel.

Menurut media i24news, Selasa (10/2/2026), pasukan tersebut akan berfokus pada unit teknik dan medis.

"Rencana tersebut merupakan langkah operasional paling signifikan oleh militer Indonesia dalam mendukung stabilisasi Timur Tengah,”)" tulis mereka dalam artikelnya.

"Bagi Indonesia, misi Gaza yang diusulkan lebih dari sekadar operasi militer, ini adalah pernyataan niat. Sebagai negara mayoritas Muslim terbesar di dunia, mereka berupaya untuk menegaskan pengaruhnya dalam upaya perdamaian dan kemanusiaan global, sekaligus memperkuat relevansi diplomatiknya dalam krisis internasional yang berisiko tinggi," lanjut laporan tersebut.

Dalam artikel yang ditulis The Times of Israel, sehari sebelumnya lembaga penyiaran publik, Kan, melaporkan beberapa ribu pasukan Indonesia diperkirakan akan dikerahkan di Gaza dalam beberapa minggu mendatang.

'Tentara Indonesia akan menjadi anggota pertama Pasukan Stabilisasi Internasional yang mencapai Gaza, meskipun belum ada tanggal pasti untuk kedatangannya," kata mereka.

Pasukan tersebut, menurut laporan Kan, akan tinggal di tenggara Rafah. Kantor dan tempat tinggal akan dibangun untuk pasukan tersebut dalam beberapa minggu mendatang.

Sementara, Haaretz mengutip komentar Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal Maruli Simanjuntak, yang menyatakan jika pihaknya tengah "mempersiapkan pasukan untuk potensi pengerahan, meskipun jumlah pasti dan peran spesifik masih dalam negosiasi".

Sebuah sumber diplomatik media tersebut mengatakan, pernyataan Indonesia mungkin lebih berfungsi sebagai sinyal politik daripada komitmen yang tegas.

Indonesia baru-baru ini juga bergabung dengan Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP), sebuah inisiatif yang dipimpin oleh Amerika Serikat, memperkuat komitmennya terhadap resolusi konflik.

Media-media ini juga kembali mengungkit pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai kesediaan untuk mempertimbangkan hubungan diplomatik formal dengan Israel, bergantung pada pengakuan kedaulatan negara Palestina, yang selanjutnya memosisikan Indonesia sebagai mediator potensial dalam konflik Israel-Palestina yang telah berlangsung lama.

Sebelumnya, Maruli mengatakan, prajuritnya mulai latihan untuk ikut dalam pasukan perdamaian Gaza, Palestina. Menurutnya, ada sejumlah satuan di TNI AD yang sudah mulai berlatih.

"Sudah, sudah mulai berlatih orang-orang yang kemungkinan kan kami nanti jadi perdamaian. Jadi berarti zeni, kesehatan, yang sering, seperti itu kami siapkan," ujar Maruli di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (9/2/2026).

Maruli mengatakan, belum ada kepastian jumlah pasukan TNI yang akan dikirim ke Gaza. Namun, dia memperkirakan ada ribuan.

Editorial Team