Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ribuan Warga Spanyol Demo Tuntut PM Pedro Sanchez Mundur

Ribuan Warga Spanyol Demo Tuntut PM Pedro Sanchez Mundur
Bendera Spanyol (unsplash.com/Chris Boland)
Intinya Sih
  • Puluhan ribu warga Spanyol turun ke jalan di Madrid menuntut PM Pedro Sanchez mundur akibat dugaan korupsi yang melibatkan keluarga dan pejabat dekatnya.
  • Aksi damai berubah ricuh saat sebagian demonstran mencoba menerobos pagar keamanan Istana Moncloa, menyebabkan bentrokan dengan polisi dan beberapa penahanan.
  • Partai oposisi seperti Vox dan PP memanfaatkan momentum ini untuk mengkritik pemerintahan Sanchez, sementara sang PM menegaskan akan tetap menjabat meski tekanan meningkat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Puluhan ribu warga Spanyol menggelar unjuk rasa di ibu kota Madrid pada Sabtu (23/5/2026). Aksi massa ini bertujuan menuntut Perdana Menteri (PM) Pedro Sanchez untuk mundur dari jabatannya, menyusul mencuatnya sejumlah dugaan kasus korupsi yang menyeret orang-orang di sekitar pemerintahan.

Unjuk rasa yang diberi nama “March for Dignity” ini awalnya berjalan dengan tertib dan damai. Namun, menjelang akhir acara, terjadi gesekan antara petugas keamanan dan sebagian kecil peserta demo yang mencoba melewati batas pengamanan di dekat Istana Moncloa, kediaman resmi Perdana Menteri.

1. Dugaan korupsi di lingkungan pemerintahan

Aksi protes ini dipicu oleh rentetan kasus dugaan korupsi yang melibatkan orang-orang terdekat PM Sanchez. Saat ini, istri Sanchez, Begoña Gomez, sedang diperiksa atas dugaan penggelapan dan penyalahgunaan wewenang. Selain itu, saudara laki-lakinya, David Sanchez, akan segera menjalani persidangan terkait tuduhan serupa. Mantan Menteri Transportasi Jose Luis Abalos juga tengah menunggu keputusan hakim setelah sidang kasus korupsinya selesai awal bulan ini.

Daftar tersebut bertambah pada Selasa (19/5/2026), ketika pengadilan menetapkan mantan Perdana Menteri dari Partai Sosialis, Jose Luis Rodriguez Zapatero, sebagai tersangka atas dugaan penyalahgunaan wewenang dan pencucian uang. Semua pihak yang dituduh telah membantah keterlibatan mereka. PM Sanchez menyatakan bahwa pemeriksaan terhadap keluarganya bermuatan politik dan didorong oleh kelompok oposisi untuk menjatuhkan pemerintahannya.

2. Demonstran mencoba menerobos pagar keamanan

Unjuk rasa yang diselenggarakan oleh kelompok masyarakat sipil “Spanish Civil Society” ini turut didukung oleh Partai Rakyat (PP) dan Partai Vox. Para peserta hadir membawa bendera Spanyol dan spanduk yang meminta pemerintah mengusut tuntas kasus korupsi serta segera menggelar pemilihan umum.

Kondisi berubah setelah acara resmi di Plaza Moncloa selesai. Sekelompok kecil demonstran berusaha mendekati Istana Moncloa dan mencoba menerobos pagar keamanan. Polisi antihuru-hara kemudian bertindak dan menahan beberapa orang bertopeng di jalan menuju istana.

Insiden ini menyebabkan tujuh polisi mengalami luka ringan dan tiga demonstran ditahan oleh pihak berwajib. Terkait jumlah massa yang hadir, pihak penyelenggara memperkirakan ada 80 ribu hingga 120 ribu peserta, sementara perwakilan pemerintah mencatat sekitar 40 ribu orang.

3. Kritik oposisi terhadap jalannya pemerintahan

Dalam kesempatan yang sama, para pemimpin partai oposisi menyampaikan kritik terhadap jalannya pemerintahan. Pemimpin Partai Vox, Santiago Abascal, memberikan pernyataan kepada wartawan sebelum unjuk rasa dimulai.

"Tidak ada satu pun orang di lingkaran Pedro Sanchez yang tidak dituduh melakukan kejahatan berat," kata Abascal, dilansir CTV News.

Abascal juga memberikan pandangannya terkait kondisi pemerintahan Spanyol saat ini.

"Negara Spanyol saat ini sedang dikendalikan oleh kelompok mafia yang korup," tambah Abascal.

Menanggapi berbagai tekanan tersebut, PM Sanchez menegaskan bahwa ia akan tetap memimpin pemerintahan. Sanchez sendiri mulai menjabat pada tahun 2018 setelah menggantikan pemerintahan sebelumnya yang juga tersandung kasus korupsi. Ke depan, desakan dari masyarakat dan pihak oposisi diperkirakan akan terus berlanjut seiring berjalannya proses hukum atas kasus-kasus tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina

Related Articles

See More