Jakarta, IDN Times - Dua menteri kabinet Israel secara terbuka mengusulkan rencana pemindahan massal penduduk Palestina dari Jalur Gaza pada Jumat (4/9/2026). Gagasan relokasi ini memicu kekhawatiran internasional terkait nasib jutaan warga sipil di tengah konflik bersenjata yang terus berkecamuk.
Pernyataan kontroversial tersebut sontak menuai kecaman keras dari masyarakat di kawasan Timur Tengah maupun komunitas global. Di sisi lain, upaya mediasi perdamaian yang dipimpin oleh Amerika Serikat (AS) hingga kini masih terus berjalan.
