bendera Yaman (pixabay.com/Chickenonline)
Pernyataan sikap Kairo muncul setelah kelompok bersenjata Houthi meningkatkan serangan ke wilayah Arab Saudi dalam beberapa hari terakhir. Kelompok dukungan Iran yang juga dikenal sebagai Ansar Allah ini telah menyerang bandara internasional di Riyadh dan fasilitas perusahaan minyak negara Saudi Aramco. Serangan di bandara Riyadh tersebut menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai lebih dari 300 orang lainnya.
Pertempuran kembali pecah di Yaman antara Houthi dan pasukan pemerintah dukungan Arab Saudi setelah kesepakatan gencatan senjata runtuh. Pemerintah di Riyadh menuduh Iran mendorong serangan Houthi terhadap kerajaan mereka, tetapi tuduhan itu dibantah oleh Teheran.
Langkah Kairo mendapat sambutan positif dari Ketua Dewan Kepemimpinan Kepresidenan Yaman, Rashad al-Alimi. Melalui akun media sosialnya, ia memuji sikap pemerintah Mesir yang dinilai menunjukkan solidaritas kuat dalam menghadapi ancaman bersama di kawasan.
"Keberpihakan Mesir dan Kerajaan di sisi rakyat Yaman dalam perjuangan memulihkan institusi negara adalah pilar keamanan dan stabilitas di kawasan. Kairo dan Riyadh adalah dua sayap keamanan nasional Arab, dan melalui persatuan keduanya, bangsa kita memperoleh kekuatan, ketangguhan, serta kapasitas lebih besar untuk mewujudkan perdamaian yang kita cita-citakan," kata al-Alimi, dilansir Arab News.