Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, bersama koalisinya menggencarkan mobilisasi pendukung untuk mendatangi tempat pemungutan suara (TPS) pada Selasa (27/10/2026). Langkah kampanye ini menyoroti peningkatan jumlah pemilih dari kalangan warga Arab, yang menuai kritik tajam karena dinilai memicu sentimen antarkelompok.
Manuver kubu petahana tersebut mencuat di tengah ketatnya perebutan 120 kursi parlemen (Knesset) berdasarkan hasil sejumlah survei politik. Di sisi lain, para tokoh keturunan Arab justru menyambut positif tingginya partisipasi warga sebagai wujud nyata kehidupan demokrasi.
