Jakarta, IDN Times - Presiden Moldova, Maia Sandu pada Kamis (9/4/2026), resmi menandatangani Rancangan Undang-Undang (RUU) menarik diri dari anggota Commonwealth of Independent States (CIS). Dengan ini, Moldova juga menolak kesepakatan dalam CIS.
Dilansir United24, Moldova sudah memulai proses hukum untuk keluar dari CIS sejak Januari 2026. Pada 2 April, Parlemen Moldova sudah memfinalisasi pembatalan semua persetujuan dalam CIS.
Keluarnya Moldova dalam CIS ini menunjukkan perubahan pandangan politik di negara Eropa Timur tersebut yang menjauh dari Rusia. Selain itu, Moldova juga berniat untuk bergabung dalam Uni Eropa (UE).
