Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Rusia Negosiasi dengan Suriah, Mau Ubah Format Pangkalan Militer

Rusia Negosiasi dengan Suriah, Mau Ubah Format Pangkalan Militer
Ilustrasi bendera Rusia. (Dmitry Djouce, CC BY 2.0 , via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • Rusia tengah bernegosiasi dengan pemerintah baru Suriah untuk mengubah format pangkalan militernya di Tartus dan Hmeimim, yang sebelumnya dibangun di era Bashar al-Assad.
  • Sebulan lalu, Rusia kembali mengirim suplai militer ke Pelabuhan Tartus menggunakan kapal kargo Sparta yang dikawal kapal perang, menjadi pengiriman pertama sejak lengsernya Assad.
  • Rusia kini menjadi pemasok utama minyak bagi Suriah dengan lonjakan ekspor hingga 75 persen, menandakan ketergantungan energi Suriah terhadap Rusia tetap kuat meski arah politiknya bergeser.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Rusia, Maria Zakharova mengatakan sedang bernegosiasi dengan Suriah soal pangkalan militer. Ia menyebut bahwa ada kemungkinan perubahan format pangkalan militer Rusia di Suriah. 

“Rusia sudah bekerja sama dan sangat aktif berhubungan dengan pemerintah baru di Suriah mengenai perubahan format pangkalan militer Rusia di Suriah,” katanya, dikutip dari The Moscow Times, Kamis (11/6/2026). 

Beberapa tahun terakhir, Rusia terus berupaya mempertahankan pangkalan militer di Suriah. Sebagai informasi, Rusia memiliki pangkalan militer Hmeimim dan Tartus di bawah mantan Presiden Suriah, Bashar al-Assad. 

1. Rusia kirimkan suplai militer pertama ke Suriah

Sebulan lalu, Rusia disebut sudah melanjutkan pengiriman suplai militer ke Pelabuhan Tartus, Suriah. Pengiriman suplai peralatan militer ini menjadi yang pertama sejak lengsernya Assad. 

Berdasarkan keterangan dari intelijen sumber terbuka (OSINT), kapal kargo Rusia, Sparta sudah tiba di Tartus pada 11 Mei. Kapal itu dikawal oleh kapal perang Rusia untuk tiba di Suriah dan sudah menurunkan barang yang belum bisa diketahui secara pasti. 

2. Rusia jadi pemasok utama minyak di Suriah

Pada awal Mei, Rusia sudah menjadi pemasok utama minyak ke Suriah usai berakhirnya rezim Assad. Meskipun Suriah mulai mengubah arah politik luar negerinya yang mendekat ke Barat. 

Dilansir United24, pengiriman minyak Rusia ke Suriah melonjak hingga 75 persen atau mencapai 60 ribu barel per hari. Kalkulasi ini berdasarkan dari pengumuman pemerintah dan data pelacakan kapal dari LSEG, MarineTraffic, dan Shipnext. 

Temuan ini menunjukkan bahwa pengiriman minyak sama seperti pada masa pemerintahan Assad. Selain itu, menunjukkan ketergantungan Suriah terhadap impor minyak Rusia. 

3. Pangkalan militer di Suriah penting bagi Rusia

Keberadaan pangkalan militer Rusia di Suriah sangat penting. Pangkalan di Tartus dan Hmeimim memiliki letak yang strategis dan kehilangan dua fasilitas militer tersebut akan berdampak besar pada pengaruh Rusia. 

Pangkalan militer tersebut akan berdampak signifikan terhadap pengiriman pasukan Rusia di negara-negara Afrika. Selain itu, fasilitas itu juga disebut untuk mengirimkan pasukan asal Timur Tengah dalam membantu perang di Ukraina. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella

Related Articles

See More