USS Abraham Lincoln melakukan blokade di Laut Arab (NAVCENT Public Affairs, Public domain, via Wikimedia Commons)
Kapal induk bertenaga nuklir USS Theodore Roosevelt bertolak dari pangkalan San Diego tanpa seremoni resmi. Kapal kelas Nimitz ini memimpin Gugus Tempur Kapal Induk 9 dengan kawalan kapal penjelajah berpeluru kendali USS Chosin serta sejumlah kapal perusak.
Kapal induk ini membawa Sayap Udara Kapal Induk 11 yang mengoperasikan berbagai jet tempur modern. Armada udara tersebut meliputi jet tempur siluman F-35C, F/A-18 Super Hornet, pesawat perang elektronik, dan pesawat peringatan dini.
Sehari setelah USS Theodore Roosevelt bertolak, kelompok kesiapan amfibi pimpinan USS Makin Island menyusul dari pangkalan yang sama. Kelompok ini mengangkut Unit Ekspedisi Marinir ke-13 berkekuatan lebih dari 2 ribu personel menggunakan tiga kapal pendarat, termasuk USS John P Murtha dan USS Anchorage. Pengerahan ini akan menambah sekitar 9 ribu hingga 10 ribu tentara AS ke kawasan tersebut.
"Para pemimpin akan memiliki banyak opsi untuk menghadapi Iran," tutur seorang pejabat militer AS, dilansir Al Jazeera pada Jumat (2/10/2026).