Jakarta, IDN Times – Pakistan mendesak Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk menahan diri setelah konflik kedua negara kembali memanas menyusul gelombang saling serang antara Washington dan Teheran. Islamabad memperingatkan bahwa eskalasi baru hanya akan memperburuk stabilitas kawasan Timur Tengah.
Pada Rabu (8/7/2026), Kementerian Luar Negeri Pakistan meminta seluruh pihak mematuhi komitmen dalam nota kesepahaman (MoU) Islamabad yang disepakati AS-Iran pada Juni lalu. Kesepakatan tersebut menjadi fondasi jangka panjang bagi terciptanya pemahaman, penghormatan, dan kemakmuran bersama di kawasan.
"Pakistan menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri dan tidak melakukan tindakan apa pun yang dapat semakin merusak perdamaian dan stabilitas kawasan. Tidak ada alternatif selain keterlibatan berkelanjutan, dialog, dan diplomasi untuk mencapai tujuan bersama berupa perdamaian di kawasan," bunyi pernyataan Kementerian, dikutip dari Arab News.
Pakistan juga menegaskan tetap siap melanjutkan perannya sebagai mediator untuk membantu meredakan ketegangan antara Washington dan Teheran. Mediator konflik AS-Iran itu juga menegaskan bahwa tidak ada pihak yang akan diuntungkan apabila konflik kembali berlanjut.
