Trump Sebut Tentara AS di Eropa Bergantung Dialog Greenland dan Iran

- Donald Trump menyatakan masa depan tentara AS di Eropa bergantung pada negosiasi terkait Greenland dan situasi perang Iran, tanpa keputusan final soal penarikan pasukan.
- Trump menegaskan kemungkinan menarik pasukan AS dari Eropa jika negara-negara Eropa terus berseberangan dengan kebijakan AS mengenai Greenland dan kurangnya dukungan terhadap perang Iran.
- Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte menilai aliansi tetap solid meski dikritik Trump, menegaskan bahwa hubungan antaranggota seperti keluarga yang bisa berbeda pendapat namun tetap kompak.
Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengungkapkan bahwa masa depan tentara AS di Eropa bergantung pada negosiasi soal Greenland and perang Iran. Ia menekankan, AS masih belum memutuskan akhir dari penarikan tentara AS di Eropa.
“Saya belum menentukan keputusan final. Ini akan bergantung pada negosiasi soal Greenland dan bergantung pada kondisi perang di Iran,” terangnya, dikutip dari TVP World, Kamis (9/7/2026).
Sebelumnya, Trump sudah mengkritisi negara-negara Eropa yang bersedia menerima imigran asal Negara Dunia Ketiga. Presiden AS itu juga berencana memutus hubungan perdagangan AS dengan Spanyol karena berseberangan dalam NATO.
1. Trump tak segan tarik tentara AS dari Eropa

Trump mengatakan dapat menarik tentara AS dari Eropa dengan mudah. Menurutnya, semua dapat terjadi jika Eropa terus melanjutkan langkah yang berlawanan dengan rencana AS soal Greenland.
“Pulau itu seharusnya dikontrol oleh AS. Sebab, Greenland tidak membantu Denmark. Denmark tidak menggelontorkan uang untuk membantu Greenland, tapi ini bagian penting bagi AS,” tuturnya, dilansir CNBC.
Presiden AS itu menyebut bahwa kapal China dan Rusia berada di dekat Greenland. Ia menekankan tidak akan membiarkan kapal-kapal negara tersebut berada di dekat Greenland.
2. AS minta rekan NATO untuk lebih aktif

Pada KTT NATO di Ankara, Duta Besar AS di NATO, Matthew Whitaker mengatakan bahwa Trump menginginkan anggota NATO lainnya lebih aktif. Beberapa bulan terakhir, Trump nampak marah terhadap sekutunya di NATO karena tidak bersedia membantu dalam perang di Iran.
Dilansir CNN, Trump memprotes soal keberadaan ribuan tentara AS di Eropa untuk membantu pertahanan negara lain. Namun, ia kecewa karena tidak ada satu pun negara anggota NATO di Eropa yang ikut membantu AS saat dibutuhkan.
3. Rutte sebut NATO semakin kuat meski dikritik Trump

Pada saat yang sama, Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, mengatakan bahwa NATO semakin kuat dari sebelumnya. Meskipun, terus mendapat kritikan dari Trump imbas kekecewaannya pada aliansi tersebut karena tidak mau membantu dalam perang di Iran.
Dilansir BBC, Rutte menyebut, negara-negara anggota NATO sudah seperti keluarga yang terkadang bertengkar dan meluapkan emosi seketika, serta kembali akur. Namun, ia memastikan bahwa Trump akan melanjutkan dan berkomitmen besarnya pada NATO.
















