Lonjakan jumlah wisatawan mancanegara memberikan dorongan ekonomi yang signifikan bagi destinasi wisata musim dingin. Wilayah Hakuba di Prefektur Nagano mencatatkan kenaikan harga tanah komersial tertinggi sebesar 35,6 persen, sedangkan Furano di Prefektur Hokkaido memimpin kenaikan harga tanah residensial sebesar 32,0 persen.
Tren kenaikan harga ini mencakup 34 prefektur untuk tanah komersial dan 20 prefektur untuk tanah residensial.
“Permintaan investasi dari pihak asing semakin meningkat untuk kondominium di pusat Tokyo dan area resor di Hokkaido,” kata Pejabat Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang.
Gedung Meidi-ya Ginza di Tokyo mempertahankan status lahan termahal selama 21 tahun berturut-turut dengan nilai 52,5 juta yen (Rp5,97 miliar) per meter persegi. Untuk kategori hunian, distrik Akasaka di Tokyo memimpin selama delapan tahun beruntun dengan nilai 7,5 juta yen (Rp853,67 juta) per meter persegi.