Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
PBB Minta Bantuan Rp5,3 Triliun untuk Korban Gempa Venezuela
reruntuhan bangunan akibat gempa di Venezuela (U.S. Marines 24MEU by Cpl. Daniel Garcia, Public domain, via Wikimedia Commons)
  • PBB meluncurkan permohonan bantuan darurat senilai Rp5,3 triliun untuk membantu 1,3 juta korban gempa Venezuela yang menewaskan 3.811 orang dan menyebabkan kerugian hingga Rp670 triliun.
  • Meski sudah terkumpul Rp5,4 triliun, masih ada kesenjangan dana kemanusiaan sekitar Rp11,3 triliun; pemerintah Venezuela mendesak pencairan aset negara yang dibekukan di luar negeri.
  • Dua pekan pascagempa, ribuan keluarga kehilangan rumah dan bergantung pada bantuan darurat sementara proses evakuasi jenazah terus berlangsung di tengah kerusakan parah infrastruktur publik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) meluncurkan permohonan bantuan darurat sebesar 296 juta dolar AS (sekitar Rp5,3 triliun) untuk para korban gempa bumi Venezuela. Dana ini bertujuan membantu 1,3 juta orang yang terdampak bencana tersebut selama enam bulan ke depan.

Dua gempa yang mengguncang Venezuela bulan lalu telah merenggut 3.811 korban jiwa. Kebutuhan akan bantuan internasional sangat mendesak seiring upaya pencarian di lapangan yang mulai beralih ke tahap pemulihan.

1. Dana untuk memenuhi kebutuhan sosial dan ekonomi korban gempa

bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) (Makaristos, Public domain, via Wikimedia Commons)

Kepala Urusan Kemanusiaan PBB, Tom Fletcher, mengumumkan permohonan dana tambahan ini di Caracas pada Rabu (8/7/2026). Anggaran tersebut akan berfokus untuk memenuhi kebutuhan sosial dan ekonomi para penyintas.

Target utama bantuan mencakup penyediaan tempat tinggal, layanan kesehatan, dan ketahanan pangan. PBB juga berupaya memperbaiki akses air bersih, sanitasi, serta pendidikan bagi warga yang terdampak gempa.

Permohonan dana darurat ini menambah daftar kebutuhan pemulihan pascabencana di wilayah Venezuela. PBB memproyeksikan total kerugian fisik akibat guncangan gempa mencapai 37 miliar dolar AS (sekitar Rp670 triliun).

"Para ibu di Venezuela bertanya kepada saya tadi malam, apakah bantuan akan datang? Kita harus menunjukkan bahwa kita akan menjawab pertanyaan mereka, bahwa bantuan pasti akan datang," ujar Fletcher, dilansir UN News.

2. Kesenjangan dana bantuan Venezuela capai Rp11,3 triliun

tim penyelamat di Venezuela (U.S. Marines 24MEU by Gunnery Sgt. Kevin Rivas, Public domain, via Wikimedia Commons)

Tim pencarian dan penyelamatan dari 30 negara telah turun ke lokasi bencana sejak hari pertama. Sedikitnya 3 ribu pekerja penyelamat dan 200 anjing pelacak membantu proses evakuasi korban.

PBB sebelumnya telah mencairkan dana tanggap darurat sebesar 15 juta dolar AS (sekitar Rp271 miliar) langsung setelah gempa. Total sumbangan yang telah diterima untuk respons krisis di Venezuela kini menyentuh 300 juta dolar AS (sekitar Rp5,4 triliun).

Meski donasi terus mengalir, PBB mencatat kesenjangan pendanaan kemanusiaan masih berada di angka 627 juta dolar AS (sekitar Rp11,3 triliun). PBB menyebut kesenjangan ini harus segera diatasi untuk mendukung seluruh operasional bantuan kemanusiaan di lapangan.

Pemerintah Venezuela sendiri telah mendesak pencairan aset negara yang dibekukan di luar negeri untuk mendukung pemulihan. Menteri Luar Negeri Venezuela, Yvan Gil, meminta negara terkait untuk merilis dana tersebut demi rakyatnya.

"Kami menyerukan kepada semua negara yang menahan dana milik Venezuela untuk memulai rencana pelepasan, agar dana tersebut dapat digunakan untuk upaya pemulihan," kata Gil, dilansir The Straits Times.

3. Dua pekan berlalu sejak gempa Venezuela

ilustrasi dampak gempa (unsplash.com/@oskaycaglar)

Kondisi kota La Guaira yang menjadi pusat gempa dipenuhi oleh puing apartemen dan bangunan publik. Harapan menemukan korban selamat kian menipis setelah dua pekan berlalu sejak gempa terjadi.

Bau busuk mulai menyelimuti area reruntuhan saat proses pencarian bergeser pada rutinitas evakuasi jenazah. Belasan ribu keluarga kehilangan tempat tinggal dan sangat bergantung pada pasokan logistik darurat.

Korban luka akibat musibah ini tercatat mencapai 16.740 orang. Infrastruktur publik hingga bandara internasional setempat mengalami kerusakan parah sehingga operasional penerbangan komersial dihentikan.

Hernan Gil, seorang penjaga keamanan, menjadi salah satu penyintas terbaru yang berhasil diselamatkan. Kisahnya menarik perhatian karena Gil sempat terjebak selama delapan hari di bawah reruntuhan bangunan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article