Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
PBB Tuntut Akuntabilitas atas Kematian 23 Imigran di Tahanan AS
Ilustrasi bendera PBB (magnific.com/recstockfootage)
  • PBB mendesak AS mengusut 23 kematian imigran di tahanan federal sepanjang 2026, termasuk empat kasus sejak Juni, serta menuntut akuntabilitas atas dugaan pengabaian keselamatan.
  • Volker Türk meminta AS menghentikan deportasi ke wilayah berbahaya, termasuk Haiti, sementara evaluasi independen menemukan kelalaian dan keterlambatan layanan medis di sejumlah fasilitas.
  • Rencana anggaran puluhan juta dolar untuk sarung tangan kejut listrik ditolak PBB dan kelompok sipil karena dinilai berisiko melukai tahanan serta meningkatkan kekerasan operasi imigrasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak Pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk mengusut tuntas kematian puluhan imigran di fasilitas penahanan federal pada Senin (7/9/2026). PBB meminta otoritas setempat segera mengevaluasi kebijakan keimigrasian mereka yang dinilai semakin agresif.

Desakan ini mengemuka seiring dengan meningkatnya kekhawatiran global terhadap keselamatan para pencari suaka di Negeri Paman Sam tersebut. Komunitas internasional menekankan pentingnya perlindungan hak asasi manusia (HAM) serta kepatuhan penuh terhadap hukum internasional.

1. PBB tuntut pertanggungjawaban atas kematian tahanan imigran

Komisioner Tinggi HAM PBB, Volker Türk, menyoroti rentetan kasus fatal di pusat penahanan imigrasi federal AS saat berpidato dalam sidang di Jenewa, Swiss. Ia mengungkapkan bahwa sejak Juni 2026, empat tahanan kembali dilaporkan meninggal dunia di dalam fasilitas milik pemerintah tersebut.

Laporan sejumlah lembaga kemanusiaan mencatat, tingkat kematian tahanan imigrasi di AS saat ini menyentuh rekor tertinggi dalam satu dekade terakhir. Oleh karena itu, PBB menegaskan perlunya investigasi menyeluruh untuk menuntut pertanggungjawaban hukum dari pihak yang terbukti mengabaikan keselamatan para tahanan.

"Secara keseluruhan, telah terjadi 23 kematian sepanjang tahun 2026, dan harus ada akuntabilitas atas rentetan peristiwa ini," tegas Komisioner Tinggi HAM PBB, Volker Türk.

2. PBB desak penghentian deportasi ke wilayah konflik

PBB juga meminta otoritas AS untuk menghentikan operasi pemulangan paksa para imigran ke negara asal yang tengah dilanda konflik mematikan. Pengusiran warga negara asing ke negara lain tanpa jaminan keamanan dinilai melanggar prinsip suaka dan hanya akan menambah penderitaan kemanusiaan.

Selain persoalan deportasi, evaluasi medis independen terhadap sejumlah fasilitas tahanan mengungkap adanya kelalaian dan keterlambatan dalam penanganan kesehatan dasar. Pengabaian kewajiban perawatan medis ini disinyalir menjadi salah satu pemicu utama memburuknya kondisi fisik para tahanan hingga berujung fatal.

"Saya mendesak Amerika Serikat untuk menghentikan pemulangan orang-orang ke tempat yang membuat mereka berisiko menghadapi bahaya serius, termasuk ke Haiti," ujar Volker Türk, dikutip dari Saudi Gazette.

3. Rencana penggunaan sarung tangan kejut listrik menuai penolakan

Rencana alokasi anggaran bernilai puluhan juta dolar AS untuk pengadaan sarung tangan kejut listrik bagi petugas imigrasi turut mendapat penolakan keras. PBB bersama sejumlah pejabat penegak hukum dan organisasi masyarakat sipil menilai, penggunaan alat penindakan fisik tersebut sangat berisiko melukai tahanan.

Pemerintah federal berdalih bahwa pengadaan perlengkapan operasional itu ditujukan untuk menjamin keselamatan petugas saat menangani imigran tak berdokumen di lapangan. Meski demikian, para kritikus menilai penggunaan perangkat listrik semacam itu justru akan memperburuk tingkat kekerasan dalam operasi keimigrasian.

"Melengkapi agen imigrasi dengan sarung tangan kejut listrik justru berisiko meningkatkan aksi kekerasan dalam operasi mereka," kata Volker Türk, dikutip dari TRT World.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article