Jet Tempur F-4 Yunani Jatuh saat Atraksi Udara, Dua Pilot Gugur

- Jet tempur F-4 Phantom Angkatan Udara Yunani jatuh saat demonstrasi Athens Flying Week dekat Athena, Sabtu (5/9/2026), setelah kehilangan ketinggian usai manuver rendah.
- Dua pilot, Komandan Ioannis Blesias dan Letnan Dimitrios Petrou, gugur. Analisis awal menyebut mereka tetap di kokpit untuk mengarahkan pesawat menjauhi permukiman dan penonton.
- Kecelakaan memicu kebakaran lahan hingga hutan, sementara acara dibatalkan dan penonton dievakuasi. Militer menyelidiki penyebabnya, serta menetapkan tiga hari berkabung.
Jakarta, IDN Times - Sebuah jet tempur F-4 Phantom milik Angkatan Udara Yunani jatuh saat melakukan demonstrasi terbang di dekat Athena pada Sabtu (5/9/2026). Insiden nahas tersebut merenggut nyawa dua perwira penerbang militer di lokasi kejadian.
Merespons kejadian itu, pihak militer langsung menerjunkan tim tanggap darurat untuk mengamankan kawasan di sekitar pangkalan udara. Pada saat yang sama, otoritas pertahanan juga menggelar investigasi menyeluruh guna mengusut penyebab pasti kecelakaan pesawat tersebut.
1. Jet tempur kehilangan ketinggian sebelum menghantam tanah
Pesawat tersebut lepas landas dari Pangkalan Udara Tanagra untuk bermanuver dalam ajang tahunan Athens Flying Week di hadapan ribuan penonton. Beberapa menit usai mengudara, jet tempur itu melakukan manuver rendah dan berbelok tajam ke kanan sebelum mendadak anjlok tak terkendali.
“Pesawat itu baru saja lepas landas ketika tiba-tiba kehilangan ketinggian lalu jatuh,” ujar seorang jurnalis dari stasiun penyiaran ERT di lokasi kejadian.
Badan pesawat menghantam daratan sekitar dua kilometer dari area pangkalan, kemudian meledak dan memicu kobaran api besar. Benturan keras itu membuat bangkai pesawat terbelah menjadi dua.
2. Pilot bertahan demi arahkan pesawat jauh dari kerumunan
Korban tewas teridentifikasi sebagai Komandan Skadron Ioannis Blesias (40) dan Letnan Penerbang Dimitrios Petrou (37) dari Skadron Tempur 338 Aris. Kedua penerbang berpengalaman ini masing-masing telah mengantongi lebih dari 1.500 jam terbang.
Analisis awal menunjukkan bahwa kedua pilot sebenarnya memiliki cukup waktu untuk menarik tuas kursi pelontar darurat. Namun, mereka memilih tetap berada di kokpit guna mengarahkan pesawat agar jatuh menjauhi permukiman warga dan ribuan pengunjung pameran.
“Sayangnya, kedua pilot tersebut telah gugur,” kata seorang pejabat militer Yunani, dilansir Associated Press.
3. Pemerintah tetapkan hari berkabung
Dampak benturan pesawat tersebut sempat memicu kebakaran lahan kering yang kemudian merambat ke area hutan di sekeliling pangkalan. Sebanyak 85 petugas pemadam kebakaran beserta 11 armada pesawat dan helikopter dikerahkan hingga api berhasil dipadamkan.
Pihak penyelenggara segera membatalkan seluruh sisa rangkaian acara dan mengevakuasi para penonton demi kelancaran proses penanganan darurat. Kementerian Pertahanan Nasional Yunani lantas menetapkan masa berkabung resmi selama tiga hari di lingkungan angkatan bersenjata.
“Rasa duka menyelimuti kita semua, dan doa kami tertuju pada keluarga kedua pilot yang telah gugur,” ujar Perdana Menteri Yunani, Kyriakos Mitsotakis.






















