Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
PBB: Pembersihan Puing Gaza oleh Israel Bisa Hilangkan Bukti Genosida
potret puing-puing bangunan di Gaza (pexels.com/Hosny salah)
  • Pelapor Khusus PBB Francesca Albanese memperingatkan pembersihan puing Gaza oleh Israel berisiko menghilangkan bukti genosida, karena reruntuhan dianggap sebagai TKP, kuburan, dan catatan material serangan.
  • Sejak awal Agustus, Israel mengoperasikan alat berat dan melibatkan pasukan IDF untuk membersihkan puing di Gaza; pemerintah Israel belum menanggapi peringatan terbaru PBB.
  • PBB memperkirakan terdapat sekitar 61 juta ton puing di Gaza yang membutuhkan bertahun-tahun untuk dibersihkan, sementara banyak warga Palestina diduga masih terkubur di bawah reruntuhan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengingatkan bahwa upaya Israel untuk membersihkan puing-puing bangunan di Jalur Gaza, Palestina, bisa menghilangkan bukti genosida yang mereka lakukan di wilayah tersebut. Peringatan itu disampaikan oleh Pelapor Khusus PBB untuk Palestina, Francesca Albanese, pada Senin (7/9/2026).

"Pakar PBB memperingatkan bahwa pembersihan puing-puing oleh Israel dapat menghapus jejak kejahatan keji mereka. Di Gaza yang hancur, puing-puing bukan hanya limbah konstruksi. Itu adalah bagian dari TKP, kuburan, dan catatan material tentang apa yang terjadi selama serangan brutal dan tidak masuk akal Israel yang berlangsung selama dua tahun," kata Albanese dilansir Jerusalem Post.

1. Sejumlah perusahaan konstruksi Israel masih berupaya membersihkan puing

potret pasukan militer Israel (IDF) (flickr.com/Israel Defense Forces via commons.wikimedia.org/Israel Defense Forces)

Albanese menjelaskan bahwa saat ini, sejumlah perusahaan konstruksi Israel masih berupaya membersihkan puing-puing bangunan di Gaza. Semua puing tersebut merupakan hasil dari gempuran Pasukan Pertahanan Israel (IDF) sejak 7 Oktober 2023 lalu. Namun, Albanese tidak menyebut nama dari perusahaan-perusahaan tersebut. 

Pemerintah Israel sendiri belum memberikan respons soal pernyataan terbaru Albanese mengenai pembersihan puing di Gaza. Namun, Tel Aviv pernah mengatakan bahwa upaya pembersihan puing di Gaza memang untuk membuat wilayah tersebut menjadi lebih rapi. Apalagi, AS dan Dewan Perdamaian (BoP) Gaza juga berencana membangun kembali wilayah tersebut. 

2. Israel sudah membersihkan puing di Gaza sejak awal Agustus

Sejumlah bangunan di Jalur Gaza hancur lebur akibat serangan Israel. (unsplash.com/Mohammed Ibrahim)

Dilansir Al Jazeera, Israel sudah melakukan operasi pembersihan puing di Gaza sejak Agustus lalu. Sejak saat itu, ada banyak alat berat milik Israel seperti eskavator yang beroperasi di Gaza untuk membersihkan puing. Sejumlah pasukan IDF juga ikut membantu operasi tersebut.

Sebelum PBB, organisasi hak asasi manusia asal Eropa, Euro-Med Human Rights Monitor, juga sudah mengingatkan bahwa pembersihan puing di Gaza bisa menghilangkan bukti genosida yang dilakukan Israel. Sebab, Tel Aviv tidak ingin kejahatan mereka terhadap warga Gaza terungkap di kancah internasional sehingga bukti harus dilenyapkan.

3. PBB menyebut ada 61 juta ton puing di Gaza

potret logo PBB (unsplash.com/padrinan)

Menurut laporan PBB, puing-puing bangunan di Gaza saat ini sudah berjumlah kurang lebih 61 juta ton. PBB mengatakan, semua puing tersebut bisa dibersihkan. Namun, waktu yang dibutuhkan akan cukup lama, yakni sampai bertahun-tahun. 

Di bawah puing-puing tersebut, diduga masih ada banyak warga Palestina yang terkubur. Bahkan, sebagian besar kemungkinan sudah membusuk atau sudah menjadi kerangka tulang. Ini karena mereka sudah tertimbun di bawah reruntuhan tersebut selama bertahun-tahun.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article