Jerman Temukan 21 Alat Peledak di Dekat Jaringan Listrik

- Polisi Saxony menemukan total 21 alat peledak sejak pekan lalu, termasuk sembilan pada Senin, yang diduga dirancang memutus jaringan listrik tegangan tinggi di Jerman timur.
- Aparat menjinakkan alat peledak dekat Schleife dan menemukan 12 lainnya di area tambang Lusatian; polisi masih memburu pria yang mengaku bertanggung jawab melalui surat.
- Di tengah insiden tersebut, Rusia memerintahkan penutupan Konsulat Jerman di St. Petersburg dan pusat kebudayaan Jerman, sebagai balasan atas penutupan fasilitas Rusia di Jerman.
Jakarta, IDN Times - Polisi Jerman menemukan sembilan alat peledak yang diduga digunakan untuk menyabotase jaringan listrik tegangan tinggi di Saxony pada Senin (7/9/2026). Langkah ini menyusul serangan hybrid di jaringan listrik di beberapa kota di Jerman.
Sebelumnya, Jerman sudah mengumumkan rencana pertahanan siber dan antidrone di negaranya. Berlin menyebut bahwa Moskow kemungkinan akan meningkatkan serangan ke negaranya usai insiden di Leipzig.
1. Polisi temukan 21 alat peledak di Jerman bagian timur

ilustrasi bendera Jerman (unsplash.com/iamateapot) Kantor Kriminal Polisi Saxony (LKA) mengatakan bahwa terdapat total 21 alat peledak yang ditemukan sejak pekan lalu. Alat peledak itu diketahui menggunakan kabel di atas jaringan listrik untuk memutusnya.
Dilansir DPA International, alat peledak terakhir yang ditemukan berada di dekat Schleife, 15 km dari perbatasan Polandia. Beruntung alat tersebut sudah dijinakkan oleh aparat keamanan di Saxony.
Pada Sabtu, sudah ditemukan 12 alat peledak yang berada di area tambang Lusatian yang perbatasan dengan Brandenburg. Aparat keamanan setempat mengatakan alat peledak itu semuanya berfungsi memutus jaringan listrik.
2. Polisi Jerman masih mencari terduga pelaku pasang alat peledak

Mobil polisi di Jerman (unsplash.com/augustinfoto) Sejak Jumat, polisi Jerman sudah melakukan pencarian seorang pria yang diduga memasang alat peledak tersebut. Pria tersebut diketahui sudah mengirimkan surat yang menyebut dirinya bertanggung jawab atas insiden di Saxony.
Berdasarkan keterangan dalam TVP World, polisi Berlin juga masih menyelidiki hubungan kebakaran di area konstruksi dan stasiun listrik di Moabit. Masih belum diketahui secara pasti apakah kebakaran itu disengaja atau tanpa disengaja.
3. Rusia desak Jerman tutup Kantor Konsulat di St. Petersburg imbas ketegangan

ilustrasi bendera Rusia (pixabay.com/michel_van_der_vegt) Pada saat yang sama, Rusia memerintahkan penutupan Kantor Konsulat Jerman di St. Petersburg dan pusat kebudayaan Jerman di Rusia. Langkah ini sebagai balasan atas penutupan fasilitas kebudayaan Rusia di Jerman.
Keputusan ini semakin memicu ketegangan antara Jerman dan Rusia dalam beberapa hari terakhir. Terutama setelah Jerman menuding Rusia yang meluncurkan serangan drone di Bandara Leipzig.



















