Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pemimpin Iran Janji Balas AS-Israel atas Kematian Ayatollah Khamenei
potret Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei (commons.wikimedia.org/khamenei.ir)
  • Mojtaba Khamenei berjanji membalas Amerika Serikat dan Israel atas kematian ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang disebut sebagai tuntutan bangsa Iran.
  • Ayatollah Ali Khamenei tewas akibat serangan rudal gabungan AS dan Israel di kediamannya di Teheran pada 28 Februari 2026, bersama istri dan keluarganya.
  • Jenazah Khamenei dan keluarganya dimakamkan di Al-Mashhad setelah prosesi panjang dari Teheran hingga kota-kota suci Irak, sempat tertunda empat bulan karena alasan keamanan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, berjanji akan membalas Amerika Serikat dan Israel atas kematian sang ayah, Ayatollah Ali Khamenei. Pernyataan tersebut disampaikan Mojtaba dalam pernyataan tertulis yang dirilis pada Sabtu (11/7/2026). 

“Kami berjanji untuk membalaskan darah suci Anda dan darah semua martir dari dua perang ini dengan meminta pertanggungjawaban para pembunuh mereka yang kriminal dan tercela. Balasan ini adalah tuntutan bangsa (Iran),” tulis Khamenei, seperti dikutip Jerusalem Post.

1. Mojtaba menyebut seluruh orang di dunia ingin balas dendam ke AS dan Israel

Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, sedang berjalan menggandeng kedua anaknya. (commons.wikimedia.org/Hamed Malekpour)

Dalam pernyataannya, Mojtaba juga menyebut bahwa semua orang di seluruh dunia ingin balas dendam terhadap AS dan Israel atas kematian Khamenei. Sebab, Mojtaba mengatakan seluruh dunia tidak terima Washington dan Tel Aviv membunuh Khamenei.

“Mereka harus memahami bahwa masalah ini tidak tergantung pada kehadiran saya atau pejabat lainnya. Tidak lama lagi, orang-orang merdeka di seluruh dunia akan masing-masing melaksanakan sebagian dari misi Ilahi ini,” lanjut Mojtaba dalam pernyataannya. 

Di sisi lain, warga Iran juga ingin membalaskan dendamnya atas kematian Khamenei. Hal itu terlihat saat upacara pemakaman Khamenei di Al-Mashhad, Iran. Kala itu, warga Iran yang melayat di pemakaman Khamenei meneriakkan kata-kata yang melambangkan kebencian terhadap Presiden AS, Donald Trump. “Hai, Trump! Kami akan membunuhmu!” teriak warga Iran dilansir CNA.

2. Khamenei tewas dalam serangan AS dan Israel di Teheran pada 28 Februari

ilustrasi serangan (unsplash.com/Mohammed Ibrahim)

Khamenei sendiri tewas dalam serangan mendadak AS dan Israel pada 28 Februari lalu. Ia tewas saat rudal Washington dan Tel Aviv menghantam kediamannya yang berlokasi di pusat Kota Teheran. Istri Khamenei, Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh, dan sejumlah anggota keluarga Khamenei lainnya juga ikut tewas dalam serangan tersebut.

“Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah mati,” kata Trump saat mengumumkan kematian Khamenei dalam sebuah unggahan di Truth Sosial pada Februari lalu dikutip AP News.  

Dilansir Anadolu Agency, istri Khamenei sebetulnya tidak langsung tewas saat terkena serangan AS dan Israel. Sebab, ia sempat menjalani masa kritis di rumah sakit sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhir pada 2 Maret.

3. Khamenei dan keluarganya sudah dimakamkan

potret eks Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei (commons.wikimedia.org/Khamenei.ir)

Saat ini, jenazah Khamenei sudah resmi dikuburkan. Ia dikuburkan bersama keempat keluarganya yang juga tewas dalam serangan AS dan Israel, termasuk sang istri, di pemakaman Imam Reza yang terletak di kota kelahirannya, Al-Mashhad, Iran, pada Kamis (9/7/2026).

Sebelum dikuburkan di Al-Mashhad, upacara pemakaman Khamenei dan keluarganya sudah dimulai di Teheran sejak 3 Juli lalu. Setelah prosesi di Teheran selesai, jenazah Khamenei kemudian dibawa ke tiga kota suci di Irak, yakni Qom, Najaf, dan Karbala. Setelah itu, jenazah Khamenei dibawa ke Al-Mashhad untuk langsung dimakamkan.  

Pemakaman Khamenei dan keluarganya ini akhirnya digelar usai tertunda selama kurang lebih empat bulan. Hal ini terjadi karena AS dan Israel beberapa bulan lalu masih menyerang Iran secara brutal. Oleh karena itu, pemakaman tidak bisa dilakukan demi alasan keamanan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article