Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Aljazair-Mali Akur Lagi, Wilayah Udara Resmi Dibuka

Aljazair-Mali Akur Lagi, Wilayah Udara Resmi Dibuka
Bendera Aljazair (commons.wikimedia.org/Aerra Carnicom)
Intinya Sih
  • Aljazair dan Mali resmi memulihkan hubungan diplomatik setelah lebih dari setahun tegang, ditandai dengan pembukaan kembali wilayah udara untuk semua penerbangan pada 10 Juli 2026.
  • Kedua negara sepakat mengirimkan kembali duta besar masing-masing untuk memperkuat komunikasi diplomatik dan menjaga stabilitas keamanan di kawasan perbatasan Sahel.
  • Ketegangan sebelumnya dipicu insiden penembakan drone militer Mali oleh Aljazair pada April 2025 yang menyebabkan pemutusan hubungan dan penutupan wilayah udara selama 15 bulan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Hubungan diplomatik Aljazair dan Mali resmi membaik setelah sempat tegang selama lebih dari satu tahun. Pemerintah Aljazair membuka kembali wilayah udaranya untuk seluruh penerbangan dari dan menuju Mali, pada Jumat (10/7/2026).

Pemulihan hubungan bilateral ini diperkuat dengan kesepakatan kedua negara untuk mengirimkan kembali duta besar masing-masing, pada Sabtu (11/7/2026). Langkah diplomasi ini diharapkan mampu meredakan perselisihan dan menjaga stabilitas di kawasan Sahel.

1. Pembukaan kembali rute penerbangan kedua negara

Kementerian Pertahanan Aljazair mengumumkan bahwa seluruh rute penerbangan internasional yang menghubungkan kedua negara kini telah beroperasi penuh. Kebijakan ini memulihkan aktivitas penerbangan sipil maupun militer tanpa pembatasan wilayah udara.

Pihak militer Aljazair menegaskan bahwa keputusan ini diambil untuk mempermudah transportasi udara dan aktivitas perdagangan di kawasan Afrika Barat. Langkah tersebut langsung direspons positif oleh Mali.

Pemerintah Mali menyambut baik keputusan Aljazair dan menyatakan kesediaan serupa untuk membuka kembali akses navigasi udara mereka. Tindakan timbal balik ini mengakhiri pemutusan konektivitas regional yang berlangsung selama 15 bulan terakhir.

"Wilayah udara kami kini dibuka kembali untuk semua pesawat sipil maupun militer dari dan menuju Aljazair," ungkap perwakilan Pemerintah Mali dalam pernyataan resminya, dilansir Arab News.

2. Pengiriman kembali duta besar untuk hubungan bilateral

Keputusan pengiriman kembali diplomat utama diumumkan secara resmi melalui pernyataan tertulis dari Kementerian Luar Negeri Aljazair. Presiden Abdelmadjid Tebboune memerintahkan Duta Besar Kamel Retieb untuk segera kembali bertugas di Bamako, ibu kota Mali.

Langkah ini dilakukan untuk memulihkan saluran komunikasi diplomatik tertinggi yang sempat terputus akibat penarikan perwakilan negara pada tahun lalu.

"Presiden Abdelmadjid Tebboune telah memerintahkan Duta Besar Kamel Retieb untuk kembali bertugas di Bamako sebagai perwakilan penuh Aljazair untuk Mali," tulis pernyataan Kementerian Luar Negeri Aljazair.

Otoritas Mali menyambut baik iktikad tersebut dan bersiap menempatkan kembali duta besar mereka di Algiers dalam waktu dekat. Pemulihan hubungan ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas keamanan bersama di sepanjang perbatasan darat kedua negara.

3. Kronologi konflik akibat insiden drone pada 2025

Ketegangan diplomatik antara kedua negara bertetangga ini bermula pada April 2025 lalu. Saat itu, Aljazair menembak jatuh sebuah drone pengintai milik Mali karena dianggap melanggar wilayah udara mereka secara ilegal.

Namun, otoritas Mali menolak klaim tersebut dan menyatakan bahwa drone militer mereka jatuh di dalam wilayah Mali sendiri. Aliansi Negara-Negara Sahel (AES) bahkan mengecam keras tindakan pertahanan udara Aljazair.

Perselisihan ini memuncak ketika Mali membawa masalah tersebut ke Mahkamah Internasional pada September 2025. Penutupan wilayah udara secara timbal balik kemudian menjadi konsekuensi dari memburuknya hubungan kedua negara sepanjang tahun lalu.

"Aliansi AES menilai penembakan drone militer Mali sebagai tindakan bermusuhan yang dapat memicu ketidakstabilan di kawasan," ujar Menteri Luar Negeri Mali, Abdoulaye Diop.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella

Related Articles

See More