Jakarta, IDN Times – Pengaruh China di Amerika Latin untuk pertama kalinya tercatat lebih besar dibandingkan Amerika Serikat (AS) sejak 1995. Temuan itu berasal dari survei Latinobarómetro 2026 yang dirilis pada Jumat (2/10/2026).
Survei tersebut melibatkan 19.200 responden dari 17 negara pada 7 Mei 2026 hingga 17 Juni 2026 dengan batas kesalahan 1 persen. Dilansir Al Jazeera, sebanyak 65 persen responden memberikan penilaian positif terhadap pengaruh China, naik dari 48 persen pada 2020.
Penilaian positif terhadap pengaruh AS justru turun dari 60 persen menjadi 57 persen. Mengutip News 18, Kosta Rika dan Republik Dominika menjadi satu-satunya wilayah dalam survei yang masih menilai pengaruh AS lebih positif dibandingkan China.
