Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tarantula (magnific.com/kuritafsheen77)
  • Otoritas Peru menggagalkan penyelundupan lebih dari 3.000 tarantula di Bandara Jorge Chávez, Lima, dan menahan dua warga Jerman serta satu warga Polandia yang hendak terbang ke Eropa.
  • Petugas menemukan tarantula hidup dalam puluhan kaus kaki kotor di koper; satwa dari berbagai usia itu diduga ditangkap ilegal dari alam liar Peru, termasuk spesies langka Amazon.
  • Perdagangan gelap ini diperkirakan bernilai 1,5 juta euro atau Rp30,45 miliar; ketiga tersangka dijerat hukum perlindungan satwa dengan ancaman penjara hingga tujuh tahun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Otoritas keamanan Peru berhasil menggagalkan upaya penyelundupan lebih dari 3.000 ekor tarantula di Bandara Internasional Jorge Chávez, Lima, pada Jumat (6/11/2026). Ribuan satwa eksotis tersebut disita dari barang bawaan milik dua warga negara Jerman dan satu warga negara Polandia sebelum mereka terbang menuju Eropa.

Pengungkapan kasus kejahatan lingkungan ini merupakan hasil kerja sama yang ketat antara petugas kehutanan dan pihak bea cukai setempat. Ketiga pelaku langsung ditahan oleh kepolisian Peru saat memproses tiket keberangkatan dan kini berstatus sebagai tersangka perdagangan satwa ilegal.

1. Penemuan tarantula hidup yang disembunyikan di dalam kaus kaki kotor

Penggagalan penyelundupan satwa ini berawal dari kecurigaan petugas bea cukai terhadap barang bawaan penumpang di area bagasi bandara. Saat pemeriksaan rutin berlangsung, petugas mendeteksi adanya keanehan berupa getaran dan pergerakan dari dalam koper milik para pelaku.

Ketika koper tersebut digeledah, petugas menemukan puluhan kaus kaki kotor yang diikat rapat dan diberi tanda khusus. Setiap koper berisi belasan kaus kaki yang ternyata digunakan untuk menampung ribuan tarantula hidup dalam kondisi saling berdesakan.

"Kami mendeteksi beberapa di antaranya bergerak di dalam koper. Ukurannya bervariasi, ada yang berukuran kecil dan ada pula yang sudah besar," kata Teknisi Pengendali Satwa Liar SERFOR, Cora Suarez, dilansir The Guardian.

Cara ekstrem menyembunyikan satwa di sela-sela pakaian ini menjadi salah satu kasus penyelundupan satwa terbesar yang pernah terjadi di Amerika Selatan.

2. Spesies langka yang ditangkap secara ilegal dari alam liar

Berdasarkan hasil pemeriksaan lanjutan, ribuan tarantula tersebut diketahui tidak berasal dari tempat penangkaran satwa resmi. Satwa-satwa ini terbukti ditangkap secara paksa dari habitat aslinya di berbagai daerah pedalaman Peru. Tarantula yang disita juga terdiri dari beragam usia, mulai dari kantung telur, bayi laba-laba, hingga yang berukuran sangat besar.

Beberapa jenis tarantula yang diselundupkan merupakan spesies langka asli Hutan Amazon yang sudah masuk dalam daftar satwa dilindungi. Sebagian tarantula lainnya bahkan diyakini sebagai spesies baru yang belum pernah tercatat dalam penelitian ilmu pengetahuan modern.

"Para pelaku melakukan seleksi yang sangat terperinci untuk mendapatkan beragam spesies, termasuk beberapa yang belum teridentifikasi secara sains," jelas Cora Suarez.

3. Keuntungan bernilai miliaran rupiah di balik perdagangan gelap tarantula

Penyelundupan satwa melintasi benua ini rupanya didorong oleh perputaran uang yang sangat besar di pasar gelap internasional. Satu ekor tarantula jenis langka diketahui bisa dihargai sekitar 500 euro (Rp10,15 juta) oleh para kolektor di Eropa. Keuntungan menggiurkan inilah yang membuat para pelaku nekat mengumpulkan ribuan satwa tersebut untuk dijual kembali.

"Dengan jumlah tangkapan yang mencapai lebih dari 3.000 ekor, potensi nilai perdagangan gelap satwa liar ini ditaksir mencapai 1,5 juta euro (Rp30,45 miliar) hanya untuk satu kali perjalanan penyelundupan," papar Cora Suarez.

Atas kejahatan tersebut, ketiga pelaku kini dijerat dengan undang-undang perlindungan satwa dan terancam hukuman penjara hingga tujuh tahun.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article