Peru Bakal Bangun 2 Penjara Raksasa Baru Mirip di El Salvador

- Presiden Peru Keiko Fujimori mengumumkan pembangunan dua penjara raksasa, termasuk fasilitas bagi narapidana sangat berbahaya, untuk merespons krisis keamanan akibat geng kriminal.
- Penjara kedua ditujukan bagi napi berisiko lebih rendah, dilengkapi ruang produksi dan program aktivitas; proyek ditargetkan selesai tujuh bulan meski terkendala biaya, lahan, dan hukum.
- Setelah mengunjungi CECOT di El Salvador, Fujimori dan Presiden Nayib Bukele sepakat memperkuat kerja sama strategis, termasuk pertukaran pengalaman keamanan serta hubungan ekonomi-komersial.
Jakarta, IDN Times - Presiden Peru, Keiko Fujimori mengumumkan rencana pendirian dua penjara raksasa seperti yang ada di El Salvador. Ia mengatakan bahwa penjara tersebut diperuntukkan bagi narapidana (napi) yang sangat berbahaya.
“Peru punya lima penjara yang akan diselesaikan pembangunannya dan kami akan memulai dengan dua penjara. Salah satu penjara untuk napi berbahaya. Kami akan membuat seperti yang ada di El Salvador,” ungkapnya, dikutip dari Infobae, Sabtu (31/10/2026).
Beberapa tahun terakhir, Peru sudah dilanda krisis keamanan imbas geng kriminal lokal dan asing. Dengan itu, Fujimori sudah menjanjikan untuk mengatasi krisis keamanan di negara Amerika Selatan tersebut.
1. Penjara kedua untuk napi yang tidak terlalu berbahaya

suasana di dalam penjara (unsplash.com/ansleycreative) Selain membangun penjara khusus napi berbahaya, Fujimori juga berencana membangun penjara lain untuk napi yang tidak terlalu berbahaya. Nantinya, penjara tersebut akan dilengkapi dengan ruang produksi dan program untuk menyibukkan tahanan.
Presiden beraliran sayap kanan itu mengatakan bahwa kedua penjara itu akan dibangun dalam waktu 7 bulan. Langkah ini untuk mengatasi krisis keamanan di Peru dan memastikan bahwa penjara tidak lagi menjadi pusat komando aktivitas kriminal.
Meskipun demikian, Peru menghadapi masalah untuk merealisasikan penjara raksasa setara CECOT dalam waktu singkat 7 bulan. Belum lagi, Peru terdampak masalah tingginya biaya konstruksi, pengadaan lahan, beserta masalah hukum.
2. Fujimori kunjungi penjara raksasa di El Salvador

Presiden Peru, Keiko Fujimori. (Dikilucario, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons) Pekan lalu, Fujimori mengadakan kunjungan empat hari di El Salvador untuk melihat langsung cara mengatasi krisis keamanan. Ia melihat langsung bagaimana sistem keamanan dan mengunjungi penjara raksasa, CECOT di El Salvador.
Dilansir The Latin Times, kunjungan ini sebagai wujud Fujimori untuk mendapatkan saran dalam mengatasi krisis keamanan yang tak kunjung usai di Peru. Selain itu, ia berencana mencontoh El Salvador untuk mengatasi kelebihan kapasitas penjara di Peru.
Menteri Luar Negeri Peru, Carlos Espa mengatakan delegasi Peru berfokus pada identifikasi langkah transformasi El Salvador. Menurutnya, pelajaran dari El Salvador dapat diterapkan pada kenyataan yang ada di Peru.
3. Fujimori dan Bukele perkuat dalam berbagai bidang

Presiden El Salvador, Nayib Bukele. (Casa Presidencial El Salvador, CC0, via Wikimedia Commons) Dalam kunjungan ini, Keiko Fujimori bertemu langsung dengan Presiden El Salvador, Nayib Bukele di San Salvador. Keduanya sepakat meningkatkan kerja sama bilateral dari negara rekan menjadi aliansi strategis.
Dilansir Agencia Andina, Fujimori sudah mengundang Bukele untuk berkunjung ke Peru. Ia menekankan keinginan besarnya dalam memperdalam hubungan ekonomi dan komersial antara Peru dan El Salvador.
Di sisi lain, Bukele menekankan akan memberikan pelajaran dan pengalaman El Salvador dalam mengatasi krisis keamanan kepada Peru. Ia berharap, Peru dapat mengevaluasi sistem keamanan di El Salvador dan mengadaptasi sesuai kondisi di negaranya.





















