Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melontarkan ancaman keras terhadap Iran dalam pidatonya di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA) di New York, Selasa (22/9/2026). Trump mengatakan Tehran harus memilih antara mencapai kesepakatan atau menghadapi kemungkinan kehancuran lebih lanjut.
Trump menyebut dirinya berada di persimpangan dalam menentukan langkah berikutnya terhadap Iran. Ia mengatakan masih membuka peluang bagi kesepakatan yang memungkinkan Iran membangun kembali negaranya, tetapi pada saat yang sama mengancam akan melenyapkan Republik Islam tersebut jika tidak ada penyelesaian.
“Saya punya keputusan besar yang harus dibuat. Apakah akan ada kesepakatan dengan Iran yang memungkinkan mereka membangun kembali dan menciptakan negara yang jauh lebih besar dari sebelumnya, mungkin menjadi salah satu negara terbesar di Timur Tengah atau bahkan dunia. Atau apakah saya melenyapkan Republik Islam dan melakukannya dengan cepat, tanpa pernah memberi mereka kesempatan untuk membunuh dan menghancurkan orang serta negara lagi?” ujar Trump, dalam pidatonya di General Debate UNGA.
Pernyataan tersebut disampaikan ketika perang AS dan Iran telah berlangsung hampir tujuh bulan. Dalam pidatonya, Trump sekaligus membela keputusan Washington untuk memulai operasi militer terhadap Iran dan menegaskan bahwa dirinya tidak ingin membiarkan ancaman berkembang lebih jauh.
