Presiden Absen, Menlu Sugiono Jadi Kepala Delegasi RI di UNGA 81

- Menlu Sugiono akan memimpin delegasi Indonesia pada rangkaian HLW UNGA ke-81 di New York pekan depan.
- Sugiono dijadwalkan menghadiri sekitar 22 agenda, termasuk General Debate, pertemuan MIKTA, OKI, dan pertemuan bilateral.
- Indonesia juga menyiapkan resepsi diplomatik untuk kampanye pencalonan anggota tidak tetap DK PBB periode 2029–2030.
Jakarta, IDN Times – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono akan menjadi Head of Delegation atau Kepala Delegasi Indonesia dalam rangkaian High-Level Week (HLW) Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA) ke-81 di New York, Amerika Serikat (AS), pekan depan.
Kehadiran Sugiono sebagai kepala delegasi dilakukan sesuai arahan Presiden RI. Pemerintah menegaskan keputusan tersebut tidak mengurangi komitmen Indonesia terhadap multilateralisme maupun keterlibatan dalam berbagai pembahasan isu global di PBB.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Yvonne Mewengkang mengatakan, kehadiran Menlu Sugiono merupakan bentuk representasi pemerintah Indonesia dalam rangkaian HLW UNGA ke-81.
“Seusai arahan Presiden RI, kehadiran pemerintah Republik Indonesia akan diwakili oleh Menteri Luar Negeri Republik Indonesia,” ujar Yvonne dalam briefing media mengenai rencana partisipasi Indonesia pada UNGA 81, Kamis (17/9/2026).
Menurut Yvonne, Sugiono akan hadir sebagai wakil Indonesia dalam berbagai agenda tingkat tinggi di PBB. Posisi tersebut tetap memberikan bobot politik dalam partisipasi Indonesia di forum multilateral tersebut.
1. Sugiono hadiri sekitar 22 agenda di New York

Menlu Sugiono dalam sesi G20 di sela UNGA 80 di Markas Besar PBB. (IDN Times/Marcheilla Ariesta) Yvonne mengatakan, Menlu Sugiono dijadwalkan menghadiri sekitar 22 pertemuan dan agenda selama rangkaian HLW UNGA 81. Salah satunya adalah General Debate Sidang Majelis Umum PBB.
Selain General Debate, Sugiono juga akan menghadiri sejumlah pertemuan yang menjadi mandat dalam rangkaian UNGA. Ia juga dijadwalkan mengikuti pertemuan tingkat tinggi lainnya bersama sejumlah kelompok dan organisasi internasional.
Beberapa, di antaranya pertemuan MIKTA dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Sugiono juga akan melakukan sejumlah pertemuan bilateral dengan negara-negara lain.
Padatnya agenda tersebut membuat Kemlu akan menyampaikan perkembangan kegiatan Menlu selama berada di New York. Pemerintah juga akan menyampaikan pesan-pesan yang dibawa Indonesia dalam berbagai pertemuan sepanjang HLW.
2. Indonesia tegaskan komitmen pada multilateralisme

Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang. (IDN Times/Marcheilla Ariesta) Yvonne menegaskan, kehadiran Menlu sebagai kepala delegasi tidak berarti Indonesia mengurangi komitmennya terhadap multilateralisme. Sebaliknya, Indonesia tetap akan terlibat dalam pembahasan berbagai isu global yang dinilai menjadi kepentingan bersama maupun kepentingan Indonesia.
“Dan tentunya kehadiran Menlu ini sebagai wakil Indonesia di High-Level Week UNGA sesi ke-81 dan tetap akan memberikan political weight, tidak mengurangi komitmen pemerintah RI terhadap multilateralisme dan dalam berbagai pembahasan isu-isu global yang menjadi kepentingan bersama dan menjadi interest kita,” ujar Yvonne.
Dalam General Debate, Indonesia akan membawa pesan mengenai pentingnya memperkuat ketahanan nasional dan regional sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan global.
Pesan tersebut akan disampaikan dalam konteks situasi dunia yang menurut pemerintah Indonesia tengah menghadapi berbagai tekanan, mulai dari persoalan geopolitik dan konflik hingga ketidakpastian ekonomi.
3. RI gelar resepsi untuk kampanye DK PBB

Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang. (IDN Times/Marcheilla Ariesta) Selain mengikuti agenda UNGA 81, pemerintah Indonesia juga akan menyelenggarakan resepsi diplomatik di New York. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kampanye pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan (DK) PBB periode 2029–2030.
Resepsi diplomatik tersebut menjadi salah satu agenda Indonesia di sela-sela rangkaian HLW. Indonesia akan menggunakan momentum pertemuan dengan negara-negara anggota PBB untuk menyampaikan keterlibatannya dalam agenda multilateral.
Yvonne mengatakan, agenda Menlu di New York akan berlangsung padat dengan berbagai pertemuan tingkat tinggi dan bilateral.
Pemerintah juga memastikan pesan Indonesia dalam rangkaian kegiatan tersebut akan terus disampaikan kepada publik. Dengan posisi Sugiono sebagai kepala delegasi, Indonesia akan tetap membawa sejumlah isu yang menjadi perhatian dalam diplomasi multilateral, termasuk perdamaian, multilateralisme, Palestina, reformasi PBB, dan penguatan Global South.



















