Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri (PM) Spanyol, Pedro Sanchez menuding Rusia dan Israel menyebarkan berita bohong soal kebijakan migrasi di negaranya pada Senin (31/8/2026). Menurutnya, kabar bohong itu yang mendorong masuknya ribuan imigran Maroko ke Ceuta.
Pada 30 dan 31 Juli, lebih dari 72 ribu imigran Maroko berbondong-bondong masuk ke teritori terluar Spanyol di Afrika tersebut. Insiden itu bahkan menyebabkan setidaknya 100 orang tewas usai berusaha masuk ke Ceuta.