Jakarta, IDN Times - Polandia memulai masa berkabung nasional selama dua hari pada Minggu (8/11/2026), sehari setelah penembakan massal di pusat Kota Krakow menewaskan enam orang dan melukai 15 lainnya. Serangan tersebut terjadi di alun-alun utama Krakow yang menjadi salah satu destinasi wisata populer di negara itu.
Seorang pria berusia 24 tahun diduga menjadi pelaku penembakan. Polisi berhasil menghentikannya dengan tembakan hingga pria tersebut mengalami luka-luka. Saat ini, kondisinya masih kritis setelah menjalani sejumlah operasi.
Menteri Pertahanan Polandia menyebut penembakan tersebut sebagai aksi teror. Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Marcin Kierwiński mengatakan tersangka memiliki pandangan yang sangat radikal dan ultranasionalis serta diduga terinspirasi ideologi ekstrem kanan.
Jaksa telah membuka penyidikan atas dugaan pembunuhan dan percobaan pembunuhan terhadap sejumlah orang, termasuk petugas kepolisian. Perbuatan tersebut juga dikategorikan sebagai dugaan tindak pidana terorisme.