Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
bendera Polandia (unsplash.com/Timelab)
  • Polandia memulai masa berkabung nasional selama dua hari setelah penembakan di pusat Krakow menewaskan enam orang dan melukai 15 lainnya.

  • Polisi menghentikan tersangka berusia 24 tahun, yang kini kritis. Menteri Dalam Negeri menyebutnya berpandangan radikal dan ultranasionalis.

  • Penyelidikan juga menemukan tiga jenazah di rumah tersangka, sementara Krakow memperingati korban dengan lilin dan penghormatan resmi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
sehari setelah

Penembakan massal terjadi di pusat Kota Krakow, menewaskan enam orang dan melukai 15 lainnya.

Minggu (8/11/2026)

Polandia memulai masa berkabung nasional selama dua hari. Kondisi tersangka masih kritis setelah menjalani sejumlah operasi.

Minggu pagi

Alun-alun utama Krakow masih ditutup sebagian ketika aparat melanjutkan penyelidikan. Warga dan wisatawan mendatangi lokasi untuk meletakkan lilin.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Penembakan massal di pusat Kota Krakow menewaskan enam orang dan melukai 15 lainnya.
  • Who?
    Seorang pria berusia 24 tahun diduga sebagai tersangka. Korban tewas terdiri dari empat perempuan dan dua laki-laki.
  • Where?
    Penembakan terjadi di alun-alun utama Krakow, Polandia. Tiga jenazah juga ditemukan di rumah tersangka di Ostrowiec Swietokrzyski.
  • When?
    Penembakan terjadi sehari sebelum Minggu (8/11/2026), ketika Polandia memulai masa berkabung nasional selama dua hari.
  • Why?
    Menteri Dalam Negeri mengatakan tersangka diduga terpesona oleh ideologi ekstrem kanan. Motif keseluruhan masih menunggu informasi lebih lanjut.
  • How?
    Polisi menghentikan tersangka dengan tembakan. Aparat kemudian menyita sejumlah senjata dan melanjutkan penyelidikan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Penembakan terjadi di Krakow dan membuat enam orang meninggal serta 15 orang terluka. Seorang pria berusia 24 tahun diduga melakukannya. Polisi menghentikannya, tetapi ia terluka dan sekarang masih kritis di rumah sakit. Polisi juga menemukan tiga orang meninggal di rumahnya. Polandia sedang berduka dan menyelidiki semuanya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tindakan dua polisi yang menghentikan penembakan dinilai mencegah jatuhnya lebih banyak korban. Kepedulian juga terlihat dari ajakan pemerintah setempat untuk mendonorkan darah bagi polisi yang terluka, serta penghormatan warga, wisatawan, dan lembaga Eropa kepada para korban.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Polandia memulai masa berkabung nasional selama dua hari pada Minggu (8/11/2026), sehari setelah penembakan massal di pusat Kota Krakow menewaskan enam orang dan melukai 15 lainnya. Serangan tersebut terjadi di alun-alun utama Krakow yang menjadi salah satu destinasi wisata populer di negara itu.

Seorang pria berusia 24 tahun diduga menjadi pelaku penembakan. Polisi berhasil menghentikannya dengan tembakan hingga pria tersebut mengalami luka-luka. Saat ini, kondisinya masih kritis setelah menjalani sejumlah operasi.

Menteri Pertahanan Polandia menyebut penembakan tersebut sebagai aksi teror. Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Marcin Kierwiński mengatakan tersangka memiliki pandangan yang sangat radikal dan ultranasionalis serta diduga terinspirasi ideologi ekstrem kanan.

Jaksa telah membuka penyidikan atas dugaan pembunuhan dan percobaan pembunuhan terhadap sejumlah orang, termasuk petugas kepolisian. Perbuatan tersebut juga dikategorikan sebagai dugaan tindak pidana terorisme.

1. Enam orang tewas, termasuk warga asing

Enam korban tewas dalam penembakan di alun-alun utama Krakow terdiri dari empat perempuan dan dua laki-laki. Gubernur wilayah Malopolska, Krzysztof Jan Kleczar, mengatakan empat korban merupakan warga Polandia, sementara dua lainnya adalah warga negara asing.

Salah satu korban merupakan laki-laki berkewarganegaraan Inggris. Sementara itu, seorang perempuan lainnya berasal dari negara asing yang belum diidentifikasi.

Selain enam korban tewas, sebanyak 15 orang mengalami luka-luka. Dua polisi yang menghentikan aksi penembakan tersebut juga masih menjalani perawatan di rumah sakit. Salah satunya masih dalam kondisi koma, sedangkan polisi lainnya telah sadar setelah sebelumnya mengalami koma.

Kleczar memuji tindakan kedua polisi tersebut karena dinilai berhasil mencegah jatuhnya lebih banyak korban. Pemerintah setempat bahkan mengajak masyarakat mendonorkan darah untuk membantu polisi yang mengalami luka paling serius.

“Jika bukan karena intervensi efektif dan tanpa pamrih dari kedua pemuda ini, jumlah korban bisa jauh lebih banyak,” katanya, dikutip dari AFP.

2. Tersangka diduga terinspirasi ideologi ekstrem kanan

Menteri Dalam Negeri Polandia, Marcin Kierwinski, mengatakan tersangka memiliki pandangan yang sangat radikal dan ultranasionalis. Ia menduga pria tersebut terpesona oleh ideologi ekstrem kanan.

“Semua indikasi menunjukkan bahwa dia terpesona oleh ideologi ekstrem kanan,” ujarnya dalam konferensi pers.

Peneliti senior International Center for Counter-Terrorism di Den Haag, Kacper Rekawek, mengatakan perlengkapan militer, senjata, dan penampilan tersangka memiliki kemiripan dengan pelaku serangan individu ekstrem kanan di berbagai wilayah Eropa.

Menurut Rekawek, Polandia sebelumnya pernah menghadapi upaya serangan serupa. Namun, penembakan di Krakow menjadi salah satu kasus ketika serangan semacam itu berhasil menimbulkan korban jiwa.

Polisi juga menyita sejumlah senjata yang berkaitan dengan tersangka dan keluarganya. Pejabat setempat mengatakan ayah tersangka secara legal memiliki lebih dari 10 senjata api. Sebanyak tujuh senjata disita dari rumah keluarga, sementara empat lainnya ditemukan dari tersangka atau mobilnya.

3. Tiga anggota keluarga tersangka ditemukan tewas

Di tengah penyelidikan penembakan, aparat juga menemukan tiga jenazah di rumah tersangka di Ostrowiec Swietokrzyski, sekitar 150 kilometer di timur laut Krakow.

Ketiga korban merupakan saudara perempuan, ibu, dan ayah tersangka. Pihak berwenang menduga mereka meninggal akibat luka tembak. Namun, penyelidikan masih diperlukan untuk memastikan keadaan dan keterkaitan peristiwa tersebut dengan penembakan di Krakow.

Sementara itu, alun-alun utama Krakow masih ditutup sebagian pada Minggu pagi ketika aparat melanjutkan penyelidikan. Warga dan wisatawan juga mendatangi lokasi untuk meletakkan lilin sebagai bentuk penghormatan kepada para korban.

Suasana duka turut terasa di Gereja Santa Maria yang berada di kawasan alun-alun tersebut. Lonceng terompet tradisional yang biasanya dimainkan setiap jam dari menara tertinggi gereja dihentikan sementara untuk menghormati para korban. Tradisi musik lima nada itu disebut tidak pernah terlewat sejak Perang Dunia II.

Bendera Uni Eropa juga dikibarkan setengah tiang di depan kantor pusat Komisi Eropa di Brussel sebagai bentuk penghormatan kepada para korban.

Curated For You

Editorial Team

Related Article