Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan Perdana Perdana Menteri (PM) Thailand, Anutin Charnvirakul, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/8/2026). Dalam pertemuan itu, ada dua kerja sama yang ditandatangani.
Kerja sama pertama bernama Roadmap of Strategic Partnership between Indonesia and Thailand 2026-2030 yang ditandatangani Menteri Luar Negeri RI Sugiono dan Wakil Menteri Perdana Menteri serta Menteri Luar Negeri Kerajaan Thailand Sihasak Phuangketkeow.
Kemudian, kerja sama pendidikan yang diteken oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu'ti dan Menteri Pendidikan Kerajaan Thailand, Prasert Jantararuangtong.
Selain itu, Indonesia dan Thailand juga sepakat memperkuat sejumlah kerja sama yang belum tertuang dalam nota kesepahaman. Pada sektor politik dan keamanan, Indonesia dan Thailand sepakat meningkatkan kerja sama untuk menghadapi berbagai bentuk kejahatan lintas negara, termasuk penanganan penipuan daring atau online scam.
"Untuk itu kami sepakat mempererat kerja sama politik dan keamanan, khususnya dalam berbagai bentuk kejahatan transnasional termasuk dalam penanganan online scam," ujar dia.
Prabowo turut menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Thailand atas dukungan dalam memulangkan warga negara Indonesia yang menjadi korban online scam. Bantuan tersebut dinilai mencerminkan eratnya hubungan kedua negara.
"Saya menyampaikan apresiasi terima kasih saya atas nama bangsa Indonesia kepada Pemerintah Thailand atas bantuannya dan kerja sama yang erat yang telah membantu fasilitasi pemulangan warga negara Indonesia yang menjadi korban online scam. Jumlahnya cukup besar, mendekati hampir seribu warga negara Indonesia. Ini bantuan yang sangat berarti," ujar dia.
Kerja sama keamanan juga akan diperkuat melalui pertukaran informasi dan intelijen, investigasi bersama, pelacakan aliran keuangan, serta koordinasi penegakan hukum guna membongkar jaringan kejahatan transnasional.
"Ke depan kami sepakat untuk memperkuat kerja sama dalam pertukaran informasi dan intelijen, juga kerja sama investigasi bersama. Selanjutnya pelacakan aliran keuangan, koordinasi penegakan hukum untuk membongkar jaringan kejahatan transnasional," kata dia.
Selain itu, kedua negara mendukung pengembangan transnational referral mechanism (TRM) untuk mempercepat perlindungan, identifikasi, dan pemulangan korban kejahatan lintas negara.
"Kami juga mendukung pengembangan transnational referral mechanism (TRM) sebagai sebuah terobosan untuk mempercepat perlindungan, identifikasi, dan pemulangan korban kejahatan transnasional secara aman dan bermartabat."
Indonesia dan Thailand juga berkomitmen mengoptimalkan berbagai forum kerja sama di bidang keamanan dan pertahanan sebagai sarana memperkuat koordinasi kedua negara.
"Kami mendorong untuk terus optimalkan mekanisme yang ada bagi penguatan kerja sama isu-isu keamanan dan pertahanan, termasuk melalui Indonesia-Thailand High Level Committee dan Indonesia-Thailand Security Dialogue," ujar dia.
Di bidang ekonomi, kedua negara menjadikan peningkatan perdagangan dan investasi sebagai fokus utama. Prabowo optimistis target nilai perdagangan sebesar 20 miliar dolar Amerika Serikat (AS) pada 2030 dapat dicapai melalui implementasi roadmap kemitraan strategis.
"Kerja sama ekonomi tetap menjadi pilar utama hubungan bilateral kita. Kami optimis target perdagangan sebesar 20 miliar dolar AS pada tahun 2030 dapat dicapai melalui implementasi roadmap kemitraan strategis," ujar dia.
Untuk mendukung target tersebut, Indonesia dan Thailand akan memperluas investasi, meningkatkan akses pasar, mempererat kemitraan antarpelaku usaha, serta membentuk joint trade commission untuk pertama kalinya.
"Kami juga sepakat memperluas investasi, meningkatkan akses pasar, mempererat kemitraan antar pelaku usaha, antara lain dengan menyelenggarakan joint trade commission yang pertama kali dalam sejarah sebagai mekanisme untuk membahas peluang bisnis dan mengatasi berbagai hambatan perdagangan," kata dia.
Kolaborasi di sektor pangan juga menjadi perhatian melalui pengembangan teknologi pertanian, logistik, pengolahan pangan, serta penguatan rantai pasok.
"Kita juga sepakat untuk meningkatkan kerja sama di bidang ketahanan pangan terkait teknologi pertanian, logistik, pengolahan pangan hingga ketahanan rantai pasok," ucap dia.
Pada sektor energi, kedua negara mendorong pembentukan Indonesia-Thailand Energy Forum guna memperkuat ketahanan energi dan mempercepat transisi menuju energi berkelanjutan.
"Di bidang energi kami mendorong penyelenggaraan Indonesia-Thailand Energy Forum untuk penguatan ketahanan energi dan akselerasi transisi menuju energi berkelanjutan melalui kolaborasi pemerintah dan dunia usaha," ujar dia.
Prabowo juga menekankan pentingnya penguatan kerja sama ekonomi digital, termasuk pemanfaatan transaksi mata uang lokal untuk meningkatkan efisiensi perdagangan dan investasi.
"Di tengah transformasi ekonomi global, Indonesia dan Thailand juga berkomitmen memperkuat kerja sama di bidang ekonomi digital, termasuk pemanfaatan local currency transaction untuk efisiensi dalam perdagangan dan investasi," kata dia.
Selain ekonomi digital, Indonesia dan Thailand melihat peluang besar untuk membangun rantai nilai industri halal di tingkat regional maupun global melalui keunggulan masing-masing.
"Dengan keunggulan masing-masing di sektor industri halal, Indonesia dan Thailand dapat saling mendukung dalam membangun rantai nilai industri halal regional dan global," ucap dia.
Prabowo turut menyambut pembukaan rute penerbangan langsung Jakarta-Bangkok dan Denpasar-Phuket sebagai langkah memperkuat konektivitas masyarakat kedua negara.
"Di bidang konektivitas kami menyambut baik pembukaan rute baru penerbangan langsung Jakarta-Bangkok serta Denpasar-Phuket yang diharapkan semakin mempererat hubungan masyarakat kedua negara," ujar dia.
