Perusuh menjarah toko gim video saat kerusuhan di Paris, 17 Oktober 2026. (Jorge Jaramillo, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)
Aksi penolakan turut meluas di kalangan murid sekolah menengah dan mahasiswa yang memprotes kepadatan ruang kelas serta kondisi gedung sekolah yang rusak. Dilansir The Guardian, pemerintah mencatat sebanyak 81 sekolah menengah terimbas unjuk rasa pada hari Kamis, sedangkan serikat pelajar menyebutkan jumlahnya mencapai 1.000 sekolah. Pemerintah turut mengonfirmasi sekitar sepertiga fasilitas pendidikan tinggi ikut terdampak aksi pemblokiran.
Kementerian Pendidikan Prancis melaporkan hampir 18 persen guru taman kanak-kanak dan sekolah dasar negeri diperkirakan berpartisipasi dalam pemogokan, sementara serikat pekerja memproyeksikan para guru sekolah menengah juga akan turut serta. Di sisi lain, kelompok hak asasi manusia dan serikat pekerja memprotes pengamanan ketat serta pembatasan rute demonstrasi di pusat kota oleh otoritas keamanan. Pemimpin serikat pekerja CGT, Sophie Binet, mengecam pemindahan lokasi unjuk rasa keluar dari pusat kota di wilayah Rennes, Toulouse, dan Lyon. "Kita hidup di masa yang sangat serius dengan pergeseran otoriter yang sangat berbahaya dari pemerintah," ujar dia.