Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Arab Saudi Tegaskan Tak Bakal Normalisasi Hubungan dengan Israel

2 min read
Arab Saudi Tegaskan Tak Bakal Normalisasi Hubungan dengan Israel
potret Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (commons.wikimedia.org/Saudi Press Agency)
  • Arab Saudi menegaskan tidak akan menormalisasi hubungan dengan Israel selama Benjamin Netanyahu menjabat perdana menteri dan tetap mendukung solusi dua negara bagi Palestina.
  • Sumber dekat Riyadh menyebut sejumlah negara Teluk juga tidak memprioritaskan normalisasi karena menilai pemerintahan Netanyahu mendorong eskalasi, bukan perdamaian.
  • Riyadh membuka peluang normalisasi bila Netanyahu lengser dan penggantinya menyetujui solusi dua negara, meski koalisinya unggul dalam pemilu Israel.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Arab Saudi menegaskan tidak akan menormalisasi hubungan dengan Israel jika Benjamin Netanyahu masih menjabat sebagai Perdana Menteri. Riyadh juga mengatakan akan terus mendukung solusi dua negara agar Palestina bisa menjadi negara merdeka dan terlepas dari ancaman Israel.

"Arab Saudi menginginkan perdamaian, negosiasi, dan penyelesaian masalah Israel-Palestina melalui solusi dua negara. Namun, Netanyahu tidak mendukungnya," kata seorang sumber anonim yang dekat dengan Arab Saudi kepada KAN News, Kamis (5/11/2026), seperti dikutip Jerusalem Post.

  1. 1. Negara Teluk lainnya juga tidak akan menormalisasi hubungan dengan Israel

    Negara-negara Teluk.
    potret negara-negara Teluk (pexels.com/Lara Jameson)

    Sumber itu menambahkan, sejumlah negara Teluk lainnya juga tidak tertarik untuk menormalisasi hubungan dengan Israel. Sebab, mereka tidak suka dengan Netanyahu yang hanya ingin memulai perang daripada perdamaian. Hal itu bisa dilihat dari serangan brutal Israel ke Palestina yang masih berlangsung hingga saat ini.

    "Negara Teluk tidak tertarik pada identitas Perdana Menteri Israel. Menurut pandangan kami, Netanyahu hanya ingin menimbulkan masalah. Dia tidak menginginkan perdamaian. Dia menginginkan eskalasi. Selama Netanyahu berkuasa dengan pemerintahan saat ini, normalisasi bukanlah agenda utama," lanjut sumber tersebut.

  2. 2. Arab Saudi mengajukan syarat ke Israel untuk normalisasi hubungan

    Syarat-syarat yang tertera di dalam sebuah dokumen.
    ilustrasi syarat perdamaian (pexels.com/RDNE Stock project)

    Arab Saudi sendiri merupakan salah satu negara Timur Tengah yang keras menolak normalisasi hubungan dengan Israel. Inilah yang menjadi alasan mengapa Riyadh enggan bergabung dengan Abraham Accords. Abraham Accords sendiri merupakan perjanjian antara sejumlah negara untuk menormalisasi hubungan dengan Israel yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, pada 2020 lalu.

    Meski demikian, Arab Saudi sebetulnya masih membuka pintu untuk menormalisasi hubungan dengan Israel. Syaratnya, Benjamin Netanyahu harus lengser dari jabatannya sebagai Perdana Menteri. Selain itu, perdana menteri yang baru harus menyetujui solusi dua negara untuk menyelesaikan konflik antara Israel dan Palestina.

  3. 3. Netanyahu berpotensi jadi Perdana Menteri Israel lagi

    Benjamin Netanyahu sedang berbicara kepada orang banyak.
    potret Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu (commons.wikimedia.org/Itzhak Harari)

    Namun, Netanyahu kinj berpotensi menjadi Perdana Menteri Israel lagi untuk beberapa tahun ke depan. Sebab, koalisi yang dipimpinnya dinyatakan unggul dalam pemilihan umum Israel pada 27 Oktober lalu. Oleh karena itu, serangan Israel ke Palestina kemungkinan masih akan terus berlanjut.

    Salah satu misi yang dibawa Netanyahu jika berhasil menjabat lagi sebagai Perdana Menteri Israel adalah menormalisasi hubungan dengan Arab Saudi. Belakangan, Netanyahu sebetulnya sudah berupaya untuk mendekati Arab Saudi. Salah satu caranya adalah dengan menawarkan bantuan untuk memerangi Houthi. Sebab, perang antara Arab Saudi dan Houthi kini semakin memanas. Namun, Riyadh selalu menolak.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Related Articles

See More