Pramono Tegaskan Kalijodo Bukan Tempat Pungli dan Pesta Minuman

- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta Kalijodo ditertibkan, melarang pungutan tarif masuk bagi pengunjung di area yang telah direvitalisasi.
- Pramono meminta Satpol PP menindak tegas aktivitas minum-minum yang mengganggu ketertiban, karena Kalijodo merupakan fasilitas milik Pemerintah DKI Jakarta.
- RPTRA Kalijodo, peninggalan revitalisasi era Ahok dan Djarot, akan diperbaiki agar kembali dimanfaatkan warga untuk olahraga serta kegiatan seni.
Jakarta, IDN Times - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meminta kawasan Kalijodo, Jakarta Utara, yang sudah direvitalisasi ditertibkan. Dia tegas melarang adanya pungutan tarif masuk bagi pengunjung maupun aktivitas minum-minum di kawasan tersebut.
Pramono mengatakan, perbaikan kawasan Kalijodo memang telah dilakukan. Namun, masih terdapat bagian di belakang kawasan yang penggunaannya belum sesuai dengan peruntukan fasilitas publik.
"Kemarin sudah dilakukan perbaikan, tetapi memang ada bagian di belakang yang masih digunakan dan pada waktu itu sempat juga ada yang orang masuk kemudian dikenakan pungutan atau tarif masuk," ujar Pramono di usai ratas di Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (6/11/2026).
1. Larang minum-minuman keras

RPTRA Kalijodo Jakarta Barat, Jumat (16/5/2025). (IDN Times/Dini Suciatiningrum) Selain persoalan pungutan, Pramono juga meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersikap tegas terhadap adanya aktivitas yang menganggu ketertiban di kawasan Kalijodo.
"Sehingga dengan demikian, saya juga tadi meminta untuk siapapun yang menggunakan tempat itu untuk minum-minum dan sebagainya, saya minta untuk Satpol PP memberikan ketegasan bahwa itu gak boleh. Karena bagaimanapun itu adalah fasilitas yang dimiliki oleh Pemerintah DKI Jakarta," kata dia.
2. Pramono teruskan warisan Ahok

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengunjungi RPTRA Kalijodo Jakarta Barat, Jumat (16/5/2025). (IDN Times/Dini Suciatiningrum) Sebelumnya, Pramono mengatakan, RPTRA Kalijodo merupakan peninggalan gubernur sebelumnya yang harus diperbaiki sehingga bisa berfungsi secara maksimal.
"Salah satu hal yang luar biasa menurut saya pada waktu itu, Kalijodo yang dari tanda kutip seperti itu, kemudian pada era Pak Ahok, Pak Djarot, dilakukan perbaikan dan sekarang memang belum bisa difungsikan secara maksimal," ujar Pramono saat melakukan revitalisasi Kalijodo., Jumat.
3. Berfungsi untuk masyarakat

RPTRA Kalijodo Jakarta Barat, Jumat (16/5/2025). (IDN Times/Dini Suciatiningrum) Pramono berharap, RPTRA Kalijodo bisa kembali berfungsi dan dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk olahraga dan mengekspresikan diri melalui seni.
"RPTRA kita kelola kembali, kita perbaiki, dan kemudian kita ubah fungsinya memang betul-betul bermanfaat bagi masyarakat. Bisa olahraga, bisa jogging, berteater, berpuisi, bermain gitar dan sebagainya," ucap dia.



















