Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Prancis Menuduh Pemerintah Israel Biarkan Kekerasan di Tepi Barat
Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot (Aurore Martignoni / European Union, 2024 / EC - Audiovisual Service, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)
  • Prancis menuduh pemerintah Israel membiarkan lonjakan kekerasan warga ekstremis terhadap warga Palestina serta penyitaan tanah di Tepi Barat.
  • Menlu Jean-Noel Barrot menyebut toleransi otoritas Israel terhadap kekerasan di Tepi Barat sebagai tindakan yang patut dipersalahkan dan memalukan.
  • Israel mengecam pidato Emmanuel Macron, sementara Barrot menegaskan kebijakan Israel tidak melemahkan Hamas dan pemberantasan Hamas bukan pembenaran pelanggaran hukum.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Prancis menuduh pemerintah Israel membiarkan aksi kekerasan terhadap warga Palestina serta penyitaan tanah yang terus berlangsung di wilayah pendudukan Tepi Barat, Minggu (27/9/2026). Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot menyatakan telah terjadi lonjakan kekerasan yang belum pernah terjadi sebelumnya oleh warga ekstremis Israel terhadap penduduk Palestina di wilayah tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Barrot dalam wawancara dengan radio France Inter dan televisi France 2. Menurut laporan kantor berita Anadolu, tuduhan ini mengemuka menyusul pidato Presiden Prancis Emmanuel Macron di hadapan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York mengenai situasi di wilayah pendudukan tersebut.

1. Tuduhan pembiaran kekerasan di Tepi Barat

Polisi Israel (Israel Police, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons)

Barrot mengkritik keras sikap pemerintah Israel yang dinilai membiarkan situasi kekerasan yang sedang berlangsung di Tepi Barat. Dia menyebut tingkat toleransi otoritas Israel terhadap aksi kekerasan tersebut patut dipersalahkan. "Ada tingkat toleransi yang patut dipersalahkan dan memalukan dari pihak pemerintah Israel terhadap apa yang terjadi di Tepi Barat," ujar Barrot.

Macron mengamati bahwa berbagai pelanggaran terus terjadi setiap hari di Tepi Barat dan mempertanyakan atas nama apa tindakan itu dilakukan. Dalam pidato tersebut, Macron juga menyatakan bahwa Hamas tidak pernah beroperasi di wilayah pendudukan Tepi Barat.

2. Kecaman Israel atas pernyataan Macron

Presiden Prancis Emmanuel Macron (Kremlin.ru, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

Pernyataan Macron di forum internasional tersebut menuai kecaman dari pihak Israel. Berdasarkan laporan kantor berita Anadolu, kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengutuk pidato Macron dan melabelinya sebagai "keabsurdan yang arogan".

Pihak kantor perdana menteri membantah pernyataan tersebut dan menuduh bahwa anggota Hamas telah menargetkan warga sipil Israel di Tepi Barat.

3. Perbedaan pandangan Paris soal keberadaan Hamas

Gaza (pexels.com/Mohamed Zarandah)

Di tengah kecaman pihak Israel, Barrot membela Macron dan menegaskan bahwa komentar presiden Prancis tidak boleh dipahami di luar konteks. Dia menjelaskan bahwa fokus kritik Paris terletak pada efektivitas kebijakan pemerintah Israel. "Argumen presiden jelas: kebijakan pemerintah Israel tidak melemahkan kelompok perlawanan Palestina Hamas, baik di Gaza maupun di Tepi Barat," kata Barrot.

Ketika ditanya berulang kali mengenai apakah Hamas benar-benar beroperasi di Tepi Barat, Barrot menolak menjawab secara langsung dengan kata ya atau tidak. Dia menegaskan bahwa sikap Prancis berbeda dari sudut pandang yang dipegang oleh pemerintah Israel. Menurut Barrot, upaya melawan Hamas tidak dapat dijadikan alasan pembenar atas kebijakan pembiaran terhadap tindakan melanggar hukum di Tepi Barat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article