Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Prancis Tegaskan Kedaulatan Saint Pierre dan Miquelon dari Klaim Trump
ilustrasi bendera Prancis (unsplash.com/alicetricky)
  • Emmanuel Macron menegaskan Saint Pierre dan Miquelon merupakan wilayah Prancis, merespons klaim dan peta Donald Trump yang menggambarkan ekspansi wilayah AS hingga Kanada dan Greenland.
  • Macron menerima Perdana Menteri Kanada Mark Carney untuk membahas penguatan kerja sama ekonomi dan keamanan, termasuk perikanan, keamanan regional, infrastruktur energi, serta pemantauan pengembangan AI.
  • Macron mendukung proposal Kanada menjadi anggota asosiasi Uni Eropa guna mempererat hubungan strategis Ottawa-Brussel di tengah ketegangan Kanada dengan Amerika Serikat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menegaskan kedaulatan Pulau Saint Pierre dan Miquelon pada Minggu (20/9/2026). Pernyataan ini sebagai respons atas klaim Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump atas Kanada dan Greenland. 

Beberapa bulan terakhir, hubungan AS dan Kanada terus memanas imbas penetapan tarif baru. Ketegangan kedua negara membuat Kanada terus berupaya mendekatkan diri dengan Uni Eropa (UE). 

1. Kunjungan Macron pertama ke Saint Pierre dan Miquelon sejak 2014

Presiden Prancis, Emmanuel Macron. (Kremlin.ru, CC BY 4.0 , via Wikimedia Commons)

Kedatangan Macron ke Saint Pierre dan Miquelon ini menjadi yang pertama kali dalam 12 tahun terakhir. Presiden Prancis itu terakhir kali berkunjung ke kepulauan di pesisir Atlantik Kanada itu pada 2014. 

“Tidak diragukan lagi ini adalah Prancis. Tidak dibutuhkan terus memastikan bahwa wilayah ini milik Prancis sebagai respons atas apa yang sudah diklaim dan ide-de aneh tersebut,” tuturnya, dikutip dari Democrata.

Pernyataan tersebut sebagai penolakan peta bendera Amerika yang diunggah Trump. Peta tersebut menunjukkan wilayah AS yang berekspansi hingga mencapai Kanada, Meksiko, Greenland, Amerika Tengah, dan Karibia. 

2. Prancis dan Kanada tingkatkan hubungan bilateral

ilustrasi bendera Kanada (unsplash.com/renankamikoga)

Pada saat yang sama, Macron menyambut kedatangan Perdana Menteri Kanada, Mark Carney di Saint Pierre dan Miquelon. Keduanya akan membicarakan mengenai penguatan hubungan ekonomi dan keamanan di tengah ketegangan dengan AS.

Dilansir Euronews, Macron mengonfirmasi bahwa Paris dan Ottawa akan bekerja sama dalam penguatan berbagai sektor penting. Sektor tersebut meliputi perikanan, keamanan regional, dan infrastruktur energi. 

Sementara, Carney mengusulkan kerangka kolaborasi empat negara soal pemantauan pengembangan artificial intelligence (AI). Kolaborasi itu akan diikuti oleh Prancis, Kanada, AS, dan China. 

3. Macron dukung Kanada menjadi anggota asosiasi UE

ilustrasi bendera Kanada (pexels.com/@aredvandermeer)

Dalam kesempatan itu, Macron mendukung proposal Kanada untuk menjadi anggota asosiasi UE yang pertama. Langkah ini untuk memperkuat strategi memperkuat hubungan strategis antara Kanada dan UE. 

“Kami mendukung penuh agenda peningkatan hubungan Kanada dengan UE sebagai anggota asosiasi dan anggota penuh dari komunitas Eropa. Kami hanya berjarak beberapa kilometer antara Kanada dan Prancis. Maka nilai-nilai kami semakin dekat,” terangnya, dikutip dari The Globe and Mail.

Sebagai informasi Kepulauan Saint Pierre dan Miquelon adalah wilayah terluar Prancis yang sangat dekat dengan Kanada. Wilayah berpenduduk 5.800 jiwa itu terletak dekat pesisir Newfoundland dan Labrador. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article