Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Tak Diundang, Netanyahu Disebut Tak Akan Bertemu Trump di Sidang PBB

2 min read
Tak Diundang, Netanyahu Disebut Tak Akan Bertemu Trump di Sidang PBB
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu (kiri), sedang melakukan pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (kanan), di Ruang Oval, Gedung Putih, Washington D.C., pada Selasa (28/7/2026). (x.com/WhiteHouse)
  • Pejabat AS menyebut Benjamin Netanyahu tidak diundang dan diperkirakan tidak bertemu Presiden Donald Trump di sela Sidang Majelis Umum PBB di New York.
  • Trump dijadwalkan bertemu pemimpin Inggris, Meksiko, Jepang, China, Venezuela, serta negara Teluk untuk membahas perang Iran; Netanyahu juga berharap bertemu mereka.
  • Sebelum ke New York, Netanyahu akan mengunjungi Texas dan bertemu Elon Musk, sementara delegasi Palestina dilarang hadir meski Mahmoud Abbas boleh berpidato lewat rekaman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, disebut tidak akan bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, dalam sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York. Kabar tersebut disampaikan oleh seorang pejabat AS anonim kepada Times of Israel pada Jumat (18/9/2026). 

Pejabat itu mengatakan, Netanyahu tidak termasuk pemimpin negara asing yang mendapat undangan untuk bertemu Trump di tengah rangkaian sidang PBB. Oleh karena itu, Netanyahu diprediksi tidak akan mendapatkan kesempatan untuk menemui Trump di tengah sidang agung tersebut. 

  1. 1. Trump akan bertemu Perdana Menteri Inggris hingga Presiden sementara Venezuela

    Andy Burnham sedang berada di Downing Street, London, Inggris.
    Perdana Menteri Inggris yang baru, Andy Burnham, sedang berada di Downing Street, London, Inggris. (flickr.com/Number 10 via commons.wikimedia.org/Number 10)

    Dalam rangkaian sidang PBB, Trump sudah dijadwalkan akan bertemu dengan sejumlah pemimpin negara. Dimulai dari Perdana Menteri Inggris Andy Burnham, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi, Presiden China Xi Jinping, dan Presiden sementara Venezuela Delcy Rodríguez. 

    Selain itu, Trump juga dikabarkan akan bertemu dengan sejumlah pemimpin negara Teluk, seperti Arab Saudi, Uni Arab Emirat, Qatar, Bahrain, dan Kuwait. Dalam pertemuan tersebut, Presiden AS ke-45 dan ke-47 itu dikabarkan akan membahas perang Iran dan strategi AS untuk mengakhiri perang tersebut. Media Israel, Channel 13 News, menyebut Netanyahu juga berharap bisa bertemu dengan mereka.

  2. 2. Netanyahu akan berkunjung ke Texas sebelum menghadiri sidang PBB

    Benjamin Netanyahu sedang berbicara kepada orang banyak.
    potret Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu (flickr.com/Chatham House via commons.wikimedia.org/Chatham House)

    Sebelum menghadiri sidang PBB di New York, Netanyahu dikabarkan akan berkunjung ke Texas. Dalam kesempatan tersebut, ia akan menghadiri sejumlah pertemuan penting, termasuk pertemuan dengan pengusaha teknologi kondang asal AS sekaligus pendiri Tesla, Elon Musk. 

    Menurut laporan Channel 13 News, Netanyahu beserta jajarannya akan mendiskusikan sejumlah hal strategis dengan Musk. Namun, media tersebut tidak merinci hal apa saja yang akan menjadi bahan diskusi di antara kedua pihak.

  3. 3. Sidang PBB akan digelar pada pekan depan

    Majelis Umum PBB sedang mengadakan sidang.
    potret sidang Majelis Umum PBB (commons.wikimedia.org/Basil D Soufi)

    Sidang PBB sendiri akan digelar di New York pada pekan depan. Sejumlah negara sudah menerima undangan untuk menghadiri sidang agung tersebut, kecuali Palestina. Sebab, AS memutuskan untuk kembali melarang delegasi Palestina hadir di sidang PBB. Hal yang sama juga dilakukan AS pada 2025. 

    “Sebagai konsekuensi dari kegagalan mereka untuk melakukan reformasi yang bertentangan dengan komitmen mereka kepada Amerika Serikat dan aktivitas berkelanjutan mereka yang merusak prospek perdamaian, Amerika Serikat akan memperpanjang sanksi yang menolak visa kepada anggota PLO dan pejabat Otoritas Palestina,” kata Kementerian Luar Negeri AS dilansir The Guardian.

    Meski begitu, PBB tetap mengizinkan Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, untuk berpidato dalam sidang pekan depan. Namun, pidato tersebut hanya boleh dilakukan secara tidak langsung melalui rekaman.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More