Jakarta, IDN Times – Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva melontarkan kritik keras terhadap kegagalan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) meredam berbagai konflik global dalam pidatonya di Majelis Umum PBB, New York, Selasa (22/9/2026). Lula menyebut kinerja organisasi internasional itu berada pada titik terendah di tengah meningkatnya perang di Ukraina dan Timur Tengah. Menurutnya, tahun 2025 mencatat jumlah konflik bersenjata tertinggi sejak Perang Dunia II dengan biaya perlombaan senjata yang sangat fantastis.
Menurut Lula, kewenangan veto Dewan Keamanan PBB turut membuat organisasi tersebut lumpuh karena menghambat upaya perdamaian.
“PBB gagal dalam salah satu misi tertingginya: menyelamatkan umat manusia dari bencana perang,” kata Lula, dikutip India Today.
Ia menegaskan bahwa situasi ini menunjukkan hukum kelompok terkuat telah menggeser prinsip idealisme PBB.
Lula juga menilai tingkat kepercayaan masyarakat dunia terhadap PBB belum pernah berada pada posisi serendah ini. Ia menggambarkan kondisi perang saat ini bukan lagi bagian dari dinamika diplomasi. Bagi Lula, maraknya konflik global merupakan penanda dari keruntuhan total proses politik.
