"Sesuai dengan kewajiban kami sebagai negara tuan rumah, delegasi inti dari rezim Iran akan dapat menghadiri pekan tingkat tinggi Majelis Umum PBB (di New York)," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) AS yang tidak disebut namanya pada Kamis (17/9/2926), seperti dilansir The New Arab.Ā
Beda dengan Palestina, AS Izinkan Iran Hadiri Sidang Umum PBB

- AS mengizinkan delegasi inti Iran menghadiri pekan tingkat tinggi Majelis Umum PBB di New York, meski Washington sedang berperang dengan Teheran.
- Jumlah delegasi Iran dipangkas dibanding 2025, dengan larangan bepergian dan membeli barang mewah; mereka hanya boleh mengikuti sidang lalu pulang.
- Sebaliknya, AS kembali menolak visa delegasi Palestina, termasuk Mahmoud Abbas, dengan alasan Palestina gagal memenuhi komitmen perdamaian dan melakukan aktivitas yang dinilai merusak prospek perdamaian.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Amerika Serikat (AS) dikabarkan telah memberi izin kepada delegasi Iran untuk menghadiri sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang akan dihelat di New York pekan depan. Padahal, Washington saat ini sedang berperang dengan Teheran.Ā
1. Jumlah delegasi yang boleh dibawa Iran lebih kecil dari tahun sebelumnya

potret sidang Majelis Umum PBB (commons.wikimedia.org/Yuryi Abramochkin) Meski sudah diizinkan, Juru Bicara Kemlu AS mengatakan, delegasi yang boleh dibawa Iran ke sidang PBB pekan depan akan dipangkas. Artinya, delegasi yang dibawa Teheran ke New York untuk mengikuti sidang agung tersebut akan lebih kecil dari 2025.
Selain itu, delegasi Iran juga akan dilarang untuk bepergian dan membeli barang mewah di wilayah AS. Ini karena sanksi ekonomi AS untuk Iran masih berlaku hingga saat ini. Oleh karena itu, delegasi Iran nantinya hanya akan diperbolehkan menghadiri sidang PBB. Setelah itu, mereka diwajibkan langsung kembali ke negaranya.
2. AS tidak mengizinkan delegasi Palestina hadir di sidang PBB

potret Presiden Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas (commons.wikimedia.org/President of the Russian Federation ) Sikap AS terhadap Iran ini berbeda dengan sikap terhadap Palestina. Sebab, AS memutuskan untuk melarang delegasi Palestina, termasuk sang Presiden, Mahmoud Abbas, untuk hadir di sidang PBB 2026 ini. Pada 2025, Negeri Paman Sam juga melakukan hal serupa. Padahal, Palestina sangat ingin hadir di sidang tersebut untuk menyampaikan keluh kesah mereka soal agresi militer Israel di Gaza.Ā
Dalam pernyataannya pada Rabu (16/9/2026) lalu, Kemlu AS mengatakan pihaknya telah menolak pengajuan visa dari delegasi Palestina untuk menghadiri sidang umum PBB. Kementerian itu mengatakan, delegasi Palestina akan tetap dilarang hadir dalam sidang tersebut sampai waktu yang belum ditentukan.Ā
3. AS menganggap Palestina gagal menjaga komitmen perdamaian dengan Israel

potret bendera Israel (unsplash.com/Levi Meir Clancy) Menurut Kemlu AS, larangan ini sengaja diterapkan sebagai hukuman karena Palestina sudah gagal menjaga komitmen perdamaian dengan Israel. Padahal, faktanya, Israel-lah yang gagal menjaga komitmen tersebut. Sebab, hingga saat ini, Tel Aviv masih terus menggempur Gaza dan Tepi Barat.
āSebagai konsekuensi dari kegagalan mereka (Palestina) untuk melakukan reformasi yang bertentangan dengan komitmen mereka kepada Amerika Serikat dan aktivitas mereka yang terus berlanjut yang merusak prospek perdamaian, Amerika Serikat akan memperpanjang sanksi yang menolak visa kepada anggota PLO dan pejabat Otoritas Palestina,ā kata Kemlu AS dilansir AP.






















