Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Presiden Nikaragua Sebut Tidak Akan Ada Lagi Pemilu di Negaranya
Presiden Nikaragua, Daniel Ortega (tengah). (Ricardo Patiño, CC BY-SA 2.0, via Wikimedia Commons)
  • Presiden Nikaragua Daniel Ortega menegaskan tidak akan ada lagi pemilu di negaranya karena menganggap oposisi hanya ingin merebut kekuasaan dan memperkaya diri sendiri.
  • Ortega bersama Parlemen Nikaragua berencana membangun sistem yang memblokir oposisi, sementara ia dan istrinya Rosario Murillo telah memperpanjang masa jabatan presiden menjadi enam tahun.
  • Dalam pidatonya, Ortega menyatakan dukungan kepada Nicolas Maduro serta mengecam kebijakan Amerika Serikat di bawah Donald Trump yang dianggapnya merugikan negara-negara Amerika Latin.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Nikaragua, Daniel Ortega mengatakan tidak akan ada lagi pemilihan umum (pemilu) di negaranya. Menurutnya, pemilu hanya memperbolehkan oposisi yang mengasingkan diri untuk mengontrol pemerintahan Nikaragua. 

“Mereka harus melupakan tentang itu (pemilu). Di sini, di Nikaragua, tidak akan ada lagi pemilu yang dapat mereka gunakan untuk merebut pemerintahan dan kekuasaan,” tuturnya, dikutip dari The Tico Times, Selasa (21/7/2026).

Ortega dikenal sebagai sosok diktator yang sudah memimpin negara Amerika Tengah itu sejak 2007. Pada 2021, Nikaragua sudah mengadakan pemilihan presiden (pilpres) dengan calon tunggal. 

1. Ortega sebut oposisi hanya ingin memperkaya diri mereka

Presiden Nikaragua, Daniel Ortega (kiri). (Duma.gov.ru, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

Dalam acara ulang tahun Sandinista ke-47, Ortega menyebut bahwa lawannya yang mengasingkan diri hanya ingin menduduki jabatan. Menurutnya, oposisi hanya ingin memenangkan pemilu hanya untuk memperkaya diri mereka sendiri. 

Dilansir EFE, Ortega mengaku akan bekerja sama dengan Parlemen Nikaragua untuk mencegah oposisi berkuasa. Ia pun akan memblokir adanya pihak yang ingin melengserkannya. 

“Bersama Parlemen Nikaragua, kami akan membuat tembok yang memblokir kudeta, pengkhianat, dan tidak peduli seberapa banyak uang yang mereka dapat dari Amerika Serikat (AS), mereka tidak dapat menggulingkan kami,” ungkapnya. 

2. Nikaragua sudah memperpanjang masa jabatan presiden

ilustrasi bendera Nikaragua (unsplash.com/@aboodi_vm)

Dilansir Internazionale, Ortega dan istrinya, Rosario Murillo yang menjadi wakil presiden Nikaragua sudah mengontrol seluruh aspek pemerintahan Nikaragua. Ia bahkan sudah mengadakan reformasi konstitusional besar-besaran di negara Amerika Tengah tersebut. 

Nikaragua sebenarnya direncanakan untuk mengadakan pemilu pada November 2026. Namun, karena persetujuan perubahan konstitusional soal jabatan presiden dari 5 tahun menjadi 6 tahun, maka kemungkinan pemilu akan digelar pada November 2027. 

3. Ortega dukung Maduro dan tolak kebijakan Trump

Mantan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. (Kremlin.ru, CC BY 4.0 , via Wikimedia Commons)

Pada saat yang sama, Ortega mengungkapkan solidaritasnya kepada eks Presiden Venezuela, Nicolas Maduro dan istrinya Cilia Flores. Menurutnya, Maduro sudah menjadi korban dari kejahatan pemerintahan Presiden AS, Donald Trump. 

Presiden Nikaragua itu menuding AS hanya berniat mengeruk kekayaan negara lain dan mencontohkan operasi AS untuk menangkap Maduro. Pada April, Ortega menyebut Trump sudah kelainan mental karena menangkap Maduro dan berusaha mengancam Kuba lewat operasi militer. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article