Ditekan AS, Nikaragua Perketat Visa untuk 128 Negara

- AS tuduh Nikaragua memfasilitasi migrasi ilegal
- Nikaragua batalkan penerbangan maskapai Conviasa dari Kuba
- Nikaragua mau negosiasi dengan AS usai penangkapan Maduro
Jakarta, IDN Times - Nikaragua, pada Jumat (13/2/2026), menetapkan visa ke 128 negara di dunia, termasuk Kuba, Venezuela, China, Iran, Haiti, dan negara-negara Afrika. Langkah ini menyusul tekanan dari Amerika Serikat (AS) untuk memperketat arus migrasi. .
Dilansir EFE, kebijakan ini sudah disetujui oleh Menteri Dalam Negeri Nikaragua, Maria Amelia Coronel dan Direktur Jenderal Migrasi dan Imigrasi, Juan Emilio Rivas. Dengan ini, warga dari 128 negara tersebut harus memperoleh visa kategori C untuk masuk Nikaragua.
Sebulan lalu, AS sudah mendesak Nikaragua membebaskan seluruh tahanan politik tanpa terkecuali. Washington juga menolak adanya penangkapan oposisi lain di Nikaragua.
1. AS tuding Nikaragua memfasilitasi migrasi ilegal
Pemerintahan Presiden AS, Donald Trump menuding rezim Presiden Nikaragua, Daniel Ortega sengaja memfasilitasi migrasi ilegal ke AS. Washington menilai situasi di negara Amerika Tengah itu cukup mengkhawatirkan.
“Kami melihat kebijakan pembukaan pintu yang dilakukan pemerintah Nikaragua bertujuan untuk memfasilitasi migrasi ilegal ke AS lewat Managua. Terdapat sejumlah pesawat charter dari Afrika, Asia, dan Eropa yang mendarat di Nikaragua,” terangnya.
Sebelumnya, AS mencurigai migran asal Kuba, Haiti, dan negara Afrika menyewa pesawat ke Nikaragua. Setelah itu, mereka melakukan perjalanan darat panjang menuju ke perbatasan Meksiko dan AS.
2. Nikaragua batalkan penerbangan maskapai Conviasa dari Kuba
Setelah membatalkan pembebasan visa bagi warga Kuba, Nikaragua juga membatalkan penerbangan maskapai Conviasa dari Havana ke Managua. Pembatalan ini terkait adanya dugaan maskapai Venezuela itu membantu migran menuju ke AS.
Dilansir La Prensa, Conviasa sudah membantu 1,16 juta migran mencapai ke AS selama 4 tahun. Menurut data dari Badan Statistik Honduras, lebih dari 240 ribu dari jutaan migran tersebut berasal dari Kuba.
Setelah pembatalan aturan bebas visa dan penerbangan ke Managua, praktis warga Kuba tidak lagi memiliki kesempatan untuk pergi. Padahal, warga Kuba memilih untuk meninggalkan negaranya imbas krisis energi yang kian parah.
3. Nikaragua mau negosiasi dengan AS usai penangkapan Maduro
Pusat Studi Transdisipliner Amerika Tengah (Cetcam) mengatakan, pemerintahan Ortega dan istrinya Rosario Murillo mengupayakan negosiasi dengan AS. Keputusan ini setelah penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.
Upaya tersebut ditunjukkan dengan penunjukkan Menteri Luar Negeri Nikaragua, Denis Moncada sebagai kuasa usaha di Washington. Langkah ini memperlihatkan Nikaragua ingin membuka saluran komunikasi dengan AS.
Negosiasi dengan AS disebut sebagai cara terbaik untuk menghadapi tekanan besar AS. Dengan ini, Ortega dan Murillo dapat mengurangi ancaman apabila masih bersikukuh menentang AS.


















