Presiden Prancis Emmanuel Macron (Spc. Thurnapuf Valle, Public domain, via Wikimedia Commons)
Selain membahas kerja sama ekonomi, persoalan keamanan juga menjadi salah satu fokus utama dalam pertemuan. Prancis menaruh perhatian pada komitmen pemerintah baru Suriah untuk melindungi seluruh lapisan masyarakat.
"Saya datang untuk menyatakan komitmen Prancis kepada rakyat Suriah demi negara yang berdaulat, bersatu dalam keberagaman, dan berdamai dengan tetangganya,” tulis Macron di X, dilansir Al Jazeera.
Situasi keamanan di Suriah sendiri masih cukup rentan meski rezim Assad telah berakhir. Pada pekan lalu, serangan bom mematikan di sebuah kafe di Damaskus dilaporkan menewaskan 10 orang.
Macron disebut akan menekan al-Sharaa untuk terus memenuhi janjinya dalam melindungi kelompok minoritas Alawit dan Druze. Kedua kelompok warga tersebut sempat menjadi korban pertumpahan darah akibat konflik sektarian pada 2025.