Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Presiden Prancis Kunjungi Suriah, Bawa Agenda Ekonomi dan Keamanan
Presiden Prancis, Emmanuel Macron dan Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa (© European Union, 1998 – 2026, Attribution, via Wikimedia Commons)
  • Presiden Prancis Emmanuel Macron tiba di Damaskus sebagai pemimpin Eropa Barat pertama yang berkunjung sejak kejatuhan Bashar al-Assad, membawa misi memperbaiki hubungan bilateral dan memulihkan kawasan.
  • Macron fokus pada kerja sama ekonomi dan keamanan, termasuk dukungan rekonstruksi Suriah serta perlindungan kelompok minoritas seperti Alawit dan Druze di tengah situasi keamanan yang masih rentan.
  • Prancis mengembalikan 23 artefak bersejarah milik Suriah sebagai simbol normalisasi hubungan, sebelum Macron melanjutkan perjalanan ke Ankara untuk menghadiri KTT NATO bersama Presiden Ahmad al-Sharaa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Prancis Emmanuel Macron tiba di Damaskus, Suriah, pada Senin (6/7/2026). Macron menjadi kepala negara Eropa Barat pertama yang melawat ke sana sejak Presiden Bashar al-Assad digulingkan pada Desember 2024.

Menteri Luar Negeri Suriah Asaad Hassan al-Shaibani menyambut kedatangan Macron di Bandara Internasional Damaskus. Kunjungan ini membawa berbagai agenda penting untuk memperbaiki hubungan bilateral dan memulihkan kawasan.

1. Macron bawa agenda ekonomi untuk rekonstruksi Suriah

sudut kota Aleppo, Suriah. (unsplash.com/Aladdin Hammami)

Pemerintah Suriah saat ini tengah gencar membangun kembali negara mereka yang hancur akibat konflik berkepanjangan. Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa melihat Prancis sebagai mitra strategis dalam proses rekonstruksi tersebut.

"Prancis akan berkontribusi pada pengembangan infrastruktur dan sektor keuangan Suriah. Suriah memerlukan negara-negara yang maju dalam teknologi, dan Prancis adalah salah satu yang cocok," ujar Ahmad al-Sharaa, dilansir Anadolu Agency.

Untuk mewujudkan kerja sama tersebut, Macron membawa sejumlah delegasi bisnis papan atas dari Prancis. Beberapa nama besar yang ikut mencakup pimpinan perusahaan transportasi laut CMA CGM Rodolphe Saade dan pimpinan TotalEnergies Patrick Pouyanne.

Kehadiran mereka bertujuan untuk menjajaki berbagai peluang investasi baru di sektor potensial. Banyak perusahaan Prancis dilaporkan masih sangat berhati-hati untuk kembali beroperasi di negara bekas zona perang tersebut.

2. Macron juga soroti isu keamanan dan kelompok minoritas Suriah

Presiden Prancis Emmanuel Macron (Spc. Thurnapuf Valle, Public domain, via Wikimedia Commons)

Selain membahas kerja sama ekonomi, persoalan keamanan juga menjadi salah satu fokus utama dalam pertemuan. Prancis menaruh perhatian pada komitmen pemerintah baru Suriah untuk melindungi seluruh lapisan masyarakat.

"Saya datang untuk menyatakan komitmen Prancis kepada rakyat Suriah demi negara yang berdaulat, bersatu dalam keberagaman, dan berdamai dengan tetangganya,” tulis Macron di X, dilansir Al Jazeera.

Situasi keamanan di Suriah sendiri masih cukup rentan meski rezim Assad telah berakhir. Pada pekan lalu, serangan bom mematikan di sebuah kafe di Damaskus dilaporkan menewaskan 10 orang.

Macron disebut akan menekan al-Sharaa untuk terus memenuhi janjinya dalam melindungi kelompok minoritas Alawit dan Druze. Kedua kelompok warga tersebut sempat menjadi korban pertumpahan darah akibat konflik sektarian pada 2025.

3. Prancis mengembalikan artefak bersejarah milik Suriah

Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa (Kremlin.ru, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)

Kunjungan ini juga diwarnai dengan langkah bersejarah Prancis yang mengembalikan puluhan artefak purbakala milik Suriah. Pemerintah Prancis memutuskan untuk memulangkan karya seni tersebut karena perang saudara dinilai telah berakhir.

Pihak Istana Elysee menyatakan bahwa Prancis telah mengembalikan 23 benda peninggalan dari berbagai peradaban milik Suriah. Seluruh artefak bersejarah tersebut sebelumnya dipinjamkan ke Institut Dunia Arab di Paris sejak 2010.

Lawatan ini dilakukan tepat sebelum Macron bertolak menuju Turki untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO. Presiden Prancis itu akan langsung terbang ke Kota Ankara pada Selasa malam untuk menghadiri acara tersebut.

Presiden al-Sharaa juga akan ikut hadir dalam KTT NATO. Di Ankara, Sharaa dijadwalkan akan bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article