TOP 5: Prabowo Ingin Mahasiswa RI Kuliah di India hingga Nanik Hilang

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto bertemu PM India Narendra Modi di Jakarta untuk membahas penguatan kerja sama bilateral, terutama di bidang pendidikan, riset, teknologi, dan kebudayaan. Karena itu, Prabowo ingin jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar di India meningkat serta mendukung pendirian kampus Indian Institute of Management dan Indian Institute of Technology di Indonesia.
Selain artikel di atas, hampir sepanjang Selasa (7/7/2026) banyak pembaca IDN Times menyoroti artikel terkait Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang 'menghilang' usai membahas kajian dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ketua MPR RI Ahmad Muzani diutus Presiden Prabowo hadiri pemakaman pemimpin Iran Ayatollah Khamenei, dan beberapa artikel menarik lainnya yang terangkum dalam #IndonesiaHariIni.
1. Prabowo ingin jumlah mahasiswa Indonesia di India bertambah
Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri (PM) India, Narendra Modi, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (7/7/2026). Ada sejumlah kerja sama yang dibahas dalam pertemuan itu, salah satunya bidang pendidikan. Prabowo juga ingin jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar di Negeri Bollywood meningkat. Tidak hanya itu, Prabowo juga menyampaikan akan ada pendirian perguruan tinggi India di Indonesia. Baca selengkapnya melalui tautan berikut ini.
2. Sederet penugasan baru TNI di era Prabowo, apa saja?
Presiden Prabowo Subianto mengatakan, hanya di Indonesia para aparat tentara mengurusi lahan pertanian seperti sawah. Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Puncak Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu (24/6/2026).
Menurut Prabowo, keterlibatan TNI dan Polri dalam berbagai program pemerintah diperlukan untuk mendukung pelaksanaan program-program strategis nasional. Dalam dua tahun pemerintahannya, peran TNI pun tidak hanya berkaitan dengan aspek pertahanan, tetapi juga merambah ke sejumlah sektor sipil, mulai dari ketahanan pangan, pendidikan, hingga pemberdayaan desa. Baca selengkapnya melalui tautan berikut ini.
3. Hadiri pemakaman Khamenei di Iran, Ketua MPR: Diutus Presiden
Ketua MPR RI, Ahmad Muzani mengatakan akan menghadiri pemakaman Pemimpin Iran Ayatollah Khamenei di Masyhad, Iran pada Kamis 9 Juli 2026. Muzani akan hadir dalam prosesi pemakaman tersebut setelah diutus secara resmi oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Dalam acara tersebut, Muzani menyatakan hadir bersama Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono. Baca selengkapnya melalui tautan berikut ini.
4. Kasus ijazah Jokowi, praperadilan Roy Suryo dikabulkan sebagian
Hakim tunggal Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, I Ketut Darpawan, mengabulkan sebagian gugatan Praperadilan Roy Suryo terkait dengan penggeledahan, penangkapan, dan penahanan yang dilakukan oleh Polda Metro Jaya dalam kasus tudingan ijazah Presiden Ketujuh RI Joko "Jokowi" Widodo. Hakim menyatakan upaya paksa tersebut cacat formil, sehingga sudah sepatutnya dinyatakan tidak sah menurut hukum. Baca selengkapnya melalui tautan berikut ini.
5. Kepala BGN Nanik S Deyang 'menghilang' usai bahas kajian dengan KPK
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang dan Wakil Kepala BGN Mayjen Trenggono 'menghilang' usai audiensi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Keduanya terlihat hadir bersama dari pintu depan Gedung Merah Putih KPK ketika datang. Namun, saat pulang hanya Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari yang terlihat. Agustina keluar dari Gedung Merah Putih KPK didampingi Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK Aminuddin. Keduanya sempat memberikan keterangan kepada jurnalis. Baca selengkapnya melalui tautan berikut ini.

















