Kebakaran Hutan di Prancis Meluas hingga 800 Hektar

- Kebakaran hutan di selatan Prancis meluas hingga 800 hektar akibat angin kencang dan kekeringan, memaksa pemerintah menetapkan status darurat untuk menahan penyebaran api.
- Lebih dari 200 warga dievakuasi dari wilayah terdampak seperti Pouzols-Minervois dan Mailhac, sementara petugas terus berjaga mengamankan permukiman dari asap tebal.
- Medan sulit membuat pemadaman bergantung pada pesawat pengebom air, sementara parlemen Prancis memunculkan kritik keras terhadap kesiapan pemerintah menghadapi krisis ini.
Jakarta, IDN Times - Kebakaran hutan melanda wilayah selatan Prancis dan menghanguskan sekitar 800 hektare lahan. Api awalnya muncul di Beaufort, Departemen Herault, lalu meluas ke wilayah tetangga, Aude.
Pemerintah setempat segera mengambil tindakan darurat untuk menahan laju api yang dipicu angin kencang dan kekeringan. Petugas juga terus bersiaga menjaga area permukiman dari asap tebal.
1. Faktor penyebab meluasnya kebakaran hutan
Angin utara tramontana yang bertiup kencang membuat api cepat menyebar di semak belukar yang kering. Cuaca panas dengan suhu mencapai 30 derajat Celsius makin menyulitkan petugas pemadam di lapangan.
Hingga malam hari, api masih berkobar dan mendekati permukiman. Akibatnya, polisi menutup beberapa ruas jalan karena jarak pandang yang sangat terbatas.
"Api terkadang bisa kami tahan, tetapi saat ini belum sepenuhnya terkendali," kata juru bicara prefektur setempat, dikutip dari Gulf News.
2. Proses evakuasi ratusan warga terdampak
Karena api mendekati rumah penduduk, petugas mengevakuasi sekitar 200 warga di Pouzols-Minervois dan Mailhac. Warga lainnya diminta tetap tinggal di dalam rumah dan menutup semua ventilasi udara.
Pemerintah daerah telah membuka aula desa untuk menampung para pengungsi. Polisi dan tim penyelamat juga berpatroli sepanjang malam untuk menjaga keamanan rumah yang ditinggal mengungsi.
"Asapnya sangat tebal dan sesak, jadi petugas pemadam menyuruh kami segera mengungsi," ujar seorang warga bernama Danielle.
3. Kritik politik terhadap kesiapan pemerintah
Petugas pemadam sempat kesulitan karena medan perbukitan yang terjal sulit diakses lewat darat. Tim penyelamat akhirnya mengandalkan pesawat pengebom air dan helikopter untuk memadamkan api dari udara.
Kebakaran ini terjadi saat gelombang panas melanda Eropa, membuat badan meteorologi Prancis menetapkan status siaga tertinggi di enam wilayah. Situasi tersebut memicu kritik tajam di parlemen terkait kesiapan pemerintah dalam menangani krisis.
Pihak oposisi bahkan mengajukan mosi tidak percaya di Majelis Nasional Prancis akibat kondisi darurat ini.
"Mosi itu pasti diajukan karena ini adalah bagian dari manuver politik," kata juru bicara pemerintah, Maud Bregeon.


















