Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Presiden Venezuela Janji Adakan Pemilu dan Tidak Ada Penangkapan Paksa
Presiden Sementara Venezuela, Delcy Rodriguez (Presidencia El Salvador, CC0, via Wikimedia Commons)
  • Presiden Interim Venezuela Delcy Rodriguez berjanji menggelar pemilu dan menjamin transisi demokrasi, tetapi belum mengumumkan tanggal pelaksanaannya.

  • Rodriguez menjamin kebebasan aktivitas politik, demonstrasi, serta larangan penangkapan tanpa perintah pengadilan untuk mencegah konflik.

  • Pemerintah sementara menyiapkan reformasi peradilan dan lembaga pemilu bersama oposisi, sementara Maria Corina Machado mendesak pemilu baru pada 2027.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Interim Venezuela, Delcy Rodriguez, pada Kamis (29/10/2026), berjanji akan mengadakan pemilihan umum (pemilu) dan transisi demokrasi akan berjalan dengan baik. Namun, ia tidak mengumumkan kepastian kapan tanggal pemilu.  

Pernyataan ini disampaikan menyusul kepulangan pemimpin oposisi Venezuela, Maria Corina Machado. Padahal, Machado sudah berniat pulang, tapi diduga dihalangi masuk tepat setelah gempa bumi besar melanda Venezuela pada Juni 2026. 

1. Rodriguez akan jamin kebebasan aktivitas politik di Venezuela

ilustrasi bendera Venezuela (Johanna Itriago, CC BY-SA 3.0 , via Wikimedia Commons)

Dalam kesempatan itu, Rodriguez mengatakan bahwa terdapat kerangka untuk menjamin demokrasi di Venezuela. Nantinya, partisipasi semua partai politik dan aktivitas politik akan dijamin untuk menghindari konflik. 

Dilansir EFE, ia memastikan bahwa pasukan keamanan tidak akan menangkap siapapun tanpa perintah dari pengadilan. Rodriguez juga mendukung penuh hak warga untuk menyuarakan pendapatnya lewat aksi unjuk rasa. 

“Kita semua punya hak untuk berpikir dan memiliki pandangan berbeda tanpa takut adanya aksi balasan. Maka dari itu, praktik politik yang dapat dipertanggungjawabkan akan dijamin bagi semua orang,” terangnya. 

2. Dorong reformasi pengadilan kriminal di Venezuela

ilustrasi bendera Venezuela (unsplash.com/pikadzu)

Pada saat yang sama, Rodriguez mengumumkan konsultasi nasional untuk mereformasi sistem pengadilan kriminal di Venezuela. Nantinya, reformasi ini akan dibantu oleh Uni Eropa dan bekerja sama dengan Kantor Komisioner Tinggi Hak Asasi Manusia (HAM) PBB. 

Dilansir Mercopress, sejak Agustus, pemerintah sementara Venezuela sudah bernegosiasi dengan oposisi. Mereka bekerja sama untuk mendirikan panduan dalam memperbarui Kejaksaan Agung dan Dewan Elektoral Nasional. Nantinya, akan diadakan pemilu daerah terlebih dahulu sebelum pemilihan presiden. 

3. Machado dorong pemilu Venezuela pada 2027

Pemimpin Oposisi Venezuela, Maria Corina Machado. (VOA, Public domain, via Wikimedia Commons)

Setelah kembali ke Venezuela setelah mengasingkan diri selama lebih dari 10 bulan, Machado mengadakan konferensi pertamanya di negaranya sendiri. Peraih Nobel Perdamaian 2025 itu mendorong pemilu baru di Venezuela pada 2027. 

Machado juga mengucapkan terima kasih kepada Amerika Serikat (AS) yang mengarahkan pada proses transisi demokrasi di Venezuela. Menurutnya, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio telah membeberkan jadwal prosesnya hingga pilpres tahun depan. 

“Saya sudah kembali untuk menyelesaikan sebuah tugas dan memenuhi sebuah mandat. Ini menunjukkan sebuah desakan nasional dengan penuh tanggung jawab. Transisi demokrasi di Venezuela tidak dapat dibalikkan,” terangnya, dikutip dari CNN. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article