Trump Umumkan AS Terima 1 Juta Barel Minyak Gratis dari Venezuela

- Trump menyatakan 1 juta barel minyak Venezuela tiba di Texas dan diberikan gratis kepada pembayar pajak AS, sebagai hasil perjanjian minyak kedua negara.
- Setelah penangkapan Nicolas Maduro pada Januari, pemerintahan Delcy Rodriguez menyetujui akses AS ke seperlima cadangan minyak Venezuela; minyak kiriman akan diproses di kilang Texas.
- Produksi minyak Venezuela mencapai 1,2 juta barel per hari, sementara kedua negara menyetujui pembangunan 17 ladang minyak dengan estimasi cadangan 65 miliar barel.
Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menunjukkan bahwa 1 juta barel minyak asal Venezuela tiba di Texas pada Selasa (27/10/2026). Kehadiran kapal tanker itu untuk menunjukkan hasil nyata persetujuan minyak AS-Venezuela.
Pada Januari, militer AS sudah menangkap mantan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Setelah itu, Venezuela di bawah pemerintahan baru Presiden Delcy Rodriguez menyetujui perjanjian minyak yang mengizinkan AS mengakses satu per lima cadangan minyak Venezuela.
1. Trump sebut operasi Venezuela adalah contoh kesuksesannya

ilustrasi bendera Venezuela (unsplash.com/pikadzu) Trump menambahkan bahwa operasi militer di Venezuela adalah salah satu contoh kesuksesannya. Menurutnya, harga bahan bakar minyak (BBM) yang awalnya melonjak saat dimulainya perang Iran akan berangsur menurun.
“Kami merayakan kemenangan terbesar di sektor minyak dalam sejarah AS. Minyak ini sudah tiba di AS dan diberikan tanpa biaya sepeser pun kepada pembayar pajak di AS,” ungkapnya, dikutip dari The Guardian.
Tak hanya itu, Trump menegaskan keberhasilannya atas dominasi energi AS dari Alaska hingga Venezuela. Ia menekankan bahwa dirinya yang telah membuat Benua Amerika menjadi pusat energi dunia.
2. Kembali klaim Venezuela akan menjadi negara bagian AS ke-51

ilustrasi bendera Venezuela (Johanna Itriago, CC BY-SA 3.0 , via Wikimedia Commons) Pada saat yang sama, Trump kembali menyampaikan bahwa Venezuela akan menjadi negara bagian AS ke-51. Menurutnya, perjanjian minyak antara AS dan Venezuela akan membuat Venezuela menjadi negara kaya dan sejahtera.
“Venezuela akan menjadi negara yang sejahtera dan siapa tahu? Suatu hari nanti atau dalam waktu dekat, Venezuela akan menjadi negara bagian ke-51 yang sejahtera. Itu mungkin. Mari kita buat negara itu menjadi negara bagian ke-51,” ungkapnya, dikutip dari The Hill.
Sementara itu, Trump dan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio akan memantau kedatangan kapal tanker dari Venezuela di Texas. Nantinya, 1 juta barel minyak asal Venezuela itu akan diproses di sejumlah kilang minyak di Texas.
3. Produksi minyak Venezuela capai rekor tertinggi

ilustrasi fasilitas pengeboran minyak lepas pantai (unsplash.com/zacharytheodore) Pekan lalu, produksi minyak Venezuela mampu mencapai rekor tertinggi sejak 2019 dan menjadi penanda pemulihan sektor energi. Perusahaan minyak milik negara, PDVSA mengumumkan produksi minyak yang menembus 1,2 juta barel per hari.
Dilansir Telesur, AS dan Venezuela sudah menyetujui proyek pembangunan 17 ladang minyak yang diperkirakan menyimpan 65 miliar barel cadangan minyak. Caracas menekankan bahwa perjanjian dengan Washington didasarkan pada penghormatan yang setara dan tetap menjaga kedaulatan negaranya.
Pemerintah Venezuela juga mengumumkan rencana menarik lebih banyak investasi senilai lebih dari 100 miliar dolar AS (Rp1.817 triliun). Investasi itu diharapkan dapat mendongkrak penerimaan pajak negara hingga 209 miliar dolar AS (Rp3.797 triliun) dalam 25 tahun.























